telusur.co.id- Aparat kepolisian dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta untuk mengusut secara serius dan tuntas penjualan blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP di situs belanja online. Tujuannya, agar publik tidak dibuat gelisah dengan adanya jual beli blangko e-KTP ini.

Demikian disampaikan oleh Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon kepada telusur.co.id, Sabtu (8/12/18).

“Baiknya Kemendagri dan Polisi segera turun tangan dan fokus menyidik masalah penjualan blangko EKTP ini. Biar masalah ini juga segera terang benderang ke publik,” kata Jansen.

Jansen berdalih, sangat lazim jika ada yang mengaitkan jual beli blangko e-KTP ini dengan Pemilu dan Pilpres 2019. Sebab, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu hingga saat ini masih ada yang bermasalah.

Sejauh ini, kata Jansen, pemerintah menyarankan masyarakat untuk proaktif melakukan perekaman e-KTP. Namun, ketika masyarakat sudah melakukan perekaman, di daerah-daerah banyak informasi didengar, tidak ada atau kehabisan blangko e-KTP nya. “Eh, sekarang malah blangko tersebut ditemukan dijual bebas di pasaran. Ini yang membuat jadi tambah masalah baru,” ungkapnya.

Jansen menegaskan, Partai Demokrat ingin kepolisian dan Kemendagri mengusut secara serius kasus ini. Apalagi, blangko e-KTP adalah dokumen negara. Dimana, sifatnya rahasia dan dilarang diperdagangkan. “Jelas sekali menjual blangko EKTP ini tindakan illegal,” tegas Jansen,” tegas Jansen. “Jadi menjualnya pidana,” tambah Jansen.

Lebih lanjut, Jansen menyinggung Pasal 96 Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Menurutnya, pelaku penjual blangko e-KTP di situs belanja online bisa dijerat dengan beleid tersebut.

“Setiap orang atau badan hukum yang tanpa hak mencetak, menerbitkan dan mendistribusikan blangko dokumen kependudukan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah),” mengutip bunyi Pasal 96 UU Nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.[Ham]

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini