telusur.co.id- Juru Bicara
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir mengatakan, pihaknya menghentikan sementara pengiriman mahasiswa/mahasiswi magang ke negara Taiwan. Hal itu, terkait dengan adanya kabar 300 mahasiswa Indonesia disuruh kerja paksa.

“Indonesia akan menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa skema kuliah-magang hingga disepakatinya tata kelola yang baik,” kata Tata, sapaan karibnya, di Jakarta, Rabu (2/1/19).

Tata menjelaskan, saat ini ada sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan. Seribu diantaranya mengikuti skema kuliah-magang di delapan Universitas.

“Sekitar 1.000 mahasiswa yang ikut dalam skema kuliah-magang di delapan universitas yang masuk ke Taiwan pada periode 2017-2018,” lanjutnya.

Kemenlu, lanjut Tata, telah mendapat laporan dari Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, adanya pengaduan terkait berbagai permasalahan yang dihadapi sejumlah mahasiswa Indonesia peserta skema kuliah-magang itu.

Dalam rangka menindaklanjuti laporan laporan tersebut, ujar dia, KDEI Taipei telah meminta keterangan dan berkordinasi dengan otoritas setempat untuk mendalami implementasi skema kuliah-magang yang yang berlangsung mulai 2017 itu. Selain itu, tujuannya juga guna mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai aturan setempat

“Guna melindungi kepentingan serta keselamatan mahasiswa peserta skema kuliah-magang,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :