Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar.Foto:Istimewa

telusur.co.id – Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar mengatakan, yang namanya bencana pasti ada kaitannya dengan manusia. Salah satu cara untuk mengurangi dampak bencana adalah dengan melakukan mitigasi bencana.

“Badan geologi telah melakukan atas dasar Permen ESDM No 15/2011. Di situ kita melakukan tahapan mitigasi sebelum terjadi bencana,” papar Rudy dalam diskusi bertajuk ‘Mitigasi Bencana Masih Menjadi PR’, di kawasan Rawamangun, Jakarta Timut, Kamis (3/1).

Rudy menjelaskan, pihaknya hingga saat ini terus berinovasi dengan agar dapat mengantisipasi bencana sejak dini. Salah satu yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi canggih yang ada. Tak hanya itu, kata dia, Badan Geologi juga memiliki strategi untuk mengurangi resiko bencana.

Selama belum bisa diramalkan kapan bencana terjadi, kata dia, yang bisa dilakukan saat ini salah satunya adalah mendelineasi sumber gempa bumi. Kemudian, mengestimasi periode ulang gempa bumi.

“Adapun, strategi yang kita lakukan adalah, pertama, kita melakukan kajian aspek yang menjadi bencana geologi. Kedua, memonitoring atau pemantauan, melakukan pemetaaan peta rawan bencana tsunami dan lain-lain,” paparnya.

Rudy menjelaskan, penataan ruang juga hendaknya berbasis kebencanaan termasuk semua infrastruktur bangunan harus mempertimbangkan aspek kegempaan. Menurutnya, itu salah satu upaya mitigasi pengurangan risiko bencana geologi.

“Soal pemetaan ruang itu sudah kita sampaikan ke Pemda dan otoritas yang menggunakannya. Kemudian, strategi ketiga adalah sosialisasi. Kita memang punya keterbatasan, karena lingkup dari Badan Geologi ini dari Sabang sampai Merauke,” bebernya.

Menurutnya, kapasitas yang harus ditinggikan adalah kapasitas masyarakat, maupun lembaga nonpemerintah lainnya. Dia berharap mudah-mudahan kalau ada kejadian itu, bencana bisa terhindar,” beber Rudy.

“Kita juga sekarang masuk wilyah-wilayah pendidikan. Peralatan juga cukup, tugas kita memberikan ketenangan kepada masyarakat. Selain itu, kita punya sistem mitigasi kebencanaan, namanya Magma Indonesia, ada di Google Play,” tambah Rudy.

Lebih lanjut, Rudy mengatakan, Badan Geologi selalu melakukan mitigasi bencana dengan memetakan daertah yang pernah terjadi tsunami dan gempa dalam sebuah peta kerawanan.

“Kami pun menegimbau agar masyarakat selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapinya karena tidak dapat diperkirakan kapan gempa terjadi,” pungkas Rudy.[ham]

Bagikan Ini :