FOTO: Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago.FOTO:Istimewa

telusur.co.id- Pengamat politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, alasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPU) penyampaian visi misi oleh KPU tidak rasional. Ia menduga, ada yang tidak beres dari penyebab keputusan itu.

“Ada yang tidak beres. Alasannya seperti dirasional-rasionalkan,” kata Pangi kepada telusur.co.id, Sabtu (5/1/19).

Tak hanya itu, Pangi juga mempertanyakan motif dan kepentingan KPU yang sebelumnya memberikan dua opsi yaitu visi-misi bisa disampaikan tim sukses atau capres. Harusnya, tegas Pangi, tidak ada opsi dan visi-misi disampaikan langsung oleh capres-cawapres ke masyarakat.

BACA JUGA :  Sandi Sepakat Kisi-kisi Debat Dihapus

Ia berharap, jangan sampai ada capres yang tidak siap, lalu mengorbankan pihak lain yang siap menyampaikan visi-misi. Karena, menurutu dia, masyarakat harus mengetahui seperti apa nasib mereka ke depan.

Oleh sebab itu, tegas Pangi, KPU terkesan partisan, tidak berposisi di tengah.

“KPU partisan. Seperti sudah nngak di tengah. Mestinya KPU jangan sepihak membatalkan. Di mana-mana penyampaian visi dan misi itu ya capres dan cawapres,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman memastikan pihaknya tidak akan memfasilitasi sosialisasi atau penyampaian visi dan misi kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang rencananya akan digelar pada 9 Januari mendatang.

BACA JUGA :  Pengamat Politik: Masih Jauh Dari Harapan

Arief mengungkapkan, pembatalan tersebut adalah keputusan baru setelah melakukan rapat dengan kedua tim pemenangan dari masing-masing paslon.

“Sosialisasi visi misi tadi malam juga sudah diputuskan silahkan dilaksanakan sendiri-sendiri, tempat dan waktu yang mereka tentukan sendiri, jadi tidak lagi difasilitasi oleh KPU,” ujar Arief di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Sabtu (5/1/19).[far]

Bagikan Ini :