Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo (DRC) mengatakan jumlah korban jiwa di akibat Ebola telah naik jadi 322.FOTO:Istimewa

telusur.co.id- Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo (DRC) mengatakan jumlah korban jiwa di akibat Ebola telah naik jadi 322 sejak wabah tersebut mulai merebak pada penghujung Juli tahun lalu.

Diantara 609 kasus demam berdarah, 561 dikonfirmasi akibat penularan virus Ebola.

Sebanyak 208 orang juga dilaporkan telah pulih dari penyakit itu di negara Republik Afrika Tengah tersebut.

Dilansir dari Anadolu pada Sabtu (5/1/19), sedikitnya 48 orang meninggal setelah terserang demam berdarah, tapi belum bisa diabsahkan apakah mereka meninggal akibat Ebola sebab mereka dikuburkan tanpa otopsi.

Sebanyak 54.500 orang diberi vaksin untuk menghadapi virus Ebola di negeri itu sebagai bagian dari kegiatan yang dimulai pada 8 Agustus 2018.

Ebola ini penyakit demam tropis yang pertama kali muncul pada 1976 di Sudan dan Republik Demokratik Kongo dan dapat menular ke manusia dari hewan liar.

Penyakit tersebut dilaporkan juga bisa menular melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi atau mereka yang telah menyerah terhadap virus itu.

Ebola mengakibatkan kekhawatiran global pada 2014, ketika wabah terburuk di dunia berawal di Afrika Barat, menewaskan lebih dari 11.300 orang dan menyerang tak kurang dari 28.600 orang lagi saat penyakit tersebut menyebar ke Liberia, Guinea dan Sierra Leone.[tp]

Bagikan Ini :