Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit. Foto: telusur.co.id

telusur.co.id – Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menyebut, hoaks adalah bentuk cacat dari demokrasi. Menurutnya, demokrasi menjadi mundur karena hoaks.

“Demokrasi itu kan memberikan kedaulatan kepada rakyat, jadi rakyat berhak menerima yang baik, berhak bersuara dengan benar,” kata Arbi dalam diskusi di Jakarta Selatan, Jumat (11/1/19).

Arbi menģatakan, dengan adanya hoaks, rakyat bingung mana sumber yang bisa dipercaya dan mana yang tidak. Rakyat tak lagi memiliki ukuran untuk mengetahui mana yang benar.

“Lalu di dalam kekacauan itu, mungkin ada yang mengambil keuntungan. Nah mereka (rakyat) semakin rugi,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk memberantas hoaks seharusnya komprehensif. Artinya, hukum harus ditegakkan, aparat harus bekerja. Tetapi, masyarakat yang lemah dalam menghadapi hoaks harus diperkuat, semua pihak harus dilibatkan.

“Artinya dunia pendidikan harus bekerja untuk ini, dunia intelektual, pers, seluruhnya sampai pesantren itu harus bekerja untuk mengantisipasi dan melawan hoaks ini,” tuturnya.

Kalau pemberantasan hoaks tidak komprehensif, lanjut dia, maka akan percuma. Ada kekhawatiran di kaum intelektual dan menengah sekarang untuk mengkritik pemerintah karena nanti akan tergeser atau dianggap hoaks.

“Lalu negara dan masyarakat akan kehilangan pemikiran-pemikiran alternatif,” pungkasnya.[ham]

Bagikan Ini :