telusur.co.id – Jelang Rapat Koordinasi dengan Kementrian Pariwisata, HMB Jakarta berikan rekomendasi program perihal pemulihan Ekonomi masyarakat pesisir pasca tsunami Selat Sunda yang menghantam wilayah di Banten kepada Pemerintah Provinsi Banten.

Program pemulihan mata pencaharian di laut Banten adalah buah inisiatif dari hasil kajian HMB Jakarta melalui tim kajian “Banten Beach Livelihoods Recovery Programme” guna membantu masyarakat pesisir Banten yang terkena dampak tsunami Selat Sunda.

Sekretaris Umum HMB Jakarta, Rizki Irwansyah mengatakan, Terhitung lebih dari dua pekan ini, pasca tsunami Selat Sunda yang menghantam wilayah pesisir Banten mengakibatkan aktifitas di laut dan pantai mati total.

Selain meninggalkan trauma psikis yang mendalam bagi masyarakat pesisir, peristiwa itu juga mengakibatkan terputusnya mata rantai ekonomi masyarakat Banten. 

“Terputusnya mata rantai ekonomi masyarakat Banten harus di sikapi dengan jelas”, ujarnya Rizki Irwansyah dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (11/1/19).

Sementara itu, menurut Sekertaris Dinas Pariwisata Banten, Widiyo, program yang ditawarkan oleh tim kajian HMB Jakarta sejalan dengan rencana Dinas Pariwisata Provinsi Banten menghadapi pasca tsunami Selat Sunda di Banten.

“Saya apresiasi kerja keras tim Kajian HMB Jakarta dalam upaya memulihkan matapencharaian masyarakat pesisir Banten. Rekomendasi yang di berikan temen-temen mahasiswa sangat In line dengan rencana Dinas Parawisata Provinsi Banten,” Ujarnya,

Oleh karena itu, Widiyo berharap para mahasiswa mengikuti Rapat Koordinasi Kementrian Pariwisata yang akan di laksanakan di Hotel Marbela-Anyer.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Fahri berharap, Banten Beach Livelihoods Recovery Programme bisa membantu Pemerintah Provinsi Banten dalam membangkitkan ekonomi masyarakat pesisir Banten yang terpuruk. Dan aktifitas di pesisir pantai Banten bisa pulih dengan cepat. 

”Saya berharap Banten Beach Livelihoods Recovery Programme mampu memberikan pencerahan kepada pemerintah untuk membangkitkan ekonomi masyarakat pesisir di Banten,” kata dia.

Berikut Point-Point Program yang ditawarkan oleh Tim Kajian HMB Jakarta;

Program Jangka Pendek:

  1. Meminta BMKG untuk mengeluarkan pernyataan resmi bahwa laut Selat Sunda sudah aman.
  2. BMKG segera melakukan pemasangan alat pendeteksi tsunami di laut Selat Sunda.
    3.Optimalisasi Nelayan dan Petani
  3. Pembukaan lowongan kerja bagi masyarakat terdampak tsunami.

Program jangka panjang:

  1. Membuat regulasi kebijakan untuk melakukan promosi besar-besaran destinasi wisata laut Banten.
  2. Pelatihan dan pembinaan pedagang; membentuk pedagang ramah wisata
  3. Adanya regulasi untuk menata ulang kawasan wisata
  4. Penanaman pohon mangrove.[far]
Bagikan Ini :