BPJS Kesehatan/Net

telusur.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan memutuskan hubungan kerjasama dengan beberapa rumah sakit, karena RS tersebut belum memiliki sertifikat akreditasi.

Hal itu disampaikan Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, sekaligus membantah adanya kabar BPJS menghentikan kerjasama dengan beberapa RS karena tidak sanggup membayar tunggakan, atau defisit keuangan.

“Bukan di situ masalahnya (defisit anggaran). Alasan kami menghentikan kontrak kerjasama adalah karena rumah sakit belum memiliki sertifikat akreditasi,” kata Iqbal, dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (12/1/19).

BACA JUGA :  AHY Heran Jokowi Kok Tanya Soal Partai?

Disampaikan, sertifikat merupakan persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh setiap rumah sakit, yang melayani Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat, pada 2019.

Hal itu pula, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan di Pasal 67 Ayat (3), yang menyebut; fasilitas kesehatan swasta yang memenuhi persyaratan dapat menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Akreditasi sesuai regulasi adalah syarat wajib,” kata dia.

Selain itu, ada kriteria teknis yang menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan untuk menyeleksi fasilitas kesehatan, antara lain tenaga medis yang kompeten, kelengkapan sarana dan prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan.

BACA JUGA :  Fahri Hamzah: Belum Pernah Ada di Dunia, Debat Capres Baca Contekan

Terkait soal tagihan, menurutnya, BPJS sampai saat ini masih terus melakukan pembayaran. Hal itu, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bila ada layanan kesehatan yang belum terbayarkan oleh BPJS Kesehatan, Rumah Sakit dapat menggunakan skema supply chain financing dari bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Dalam skema ini, lanjutnya, bank mengambil alih tagihan ke BPJS Kesehatan sehingga RS bisa cepat menerima pembayaran.

Diketahui, BPJS Kesehatan memutus hubungan kerja sama dengan 65 rumah sakit swasta di berbagai daerah di Indonesia, yang terhitung sejak, 1 Januari 2019. [ipk]

Bagikan Ini :