Peneliti Komunikasi Politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto/telusur.co.id

telusur.co.id – Debat perdana pilpres 2019, yang diagendakan pada 17 Januari, dinilai akan menarik.

Penilaian disampaikan Peneliti Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Gun Gun Heryanto usai acara diskusi, di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/19).

Alasannya, Pilpres kali ini sudah ada prakondisinya di tahun 2014 lalu dan polarisasinya semakin tajam.

“Mereka (masyarakat) menunggu paslonnya tampil, sehingga akan ada reaksi yang jauh lebih euforia dibanding 2014 lalu,” kata Gun Gun.

Gun Gun juga melihat adanya proses inisiasi masing-masing kubu sudah cukup lama. Ia pun mencontohkan #2019GantiPresiden yang menjadi perdebatan.

BACA JUGA :  Pengakuan Sandiaga Pijat Prabowo

“Sehingga orang masih penasaran sebenarnya kebijakan soal pemberantasan korupsi Prabowo seperti apa, atau Jokowi bagaimana menyelesaikan kasus HAM di Papua atau kasus-kasus korupsi, kenapa masih banyak di era Jokowi,” katanya.

Menurutnya, hal itu akan memantik rasa ingin tahu publik. Dari rasa ingin tahu itu, biasanya menstimulasi forum menjadi jauh lebih ramai.

“Terlebih ada faktor ketiga yang sekarang cukup berbeda yaitu soal aplikasi perbincangan dan medsos, yang itu jauh lebih masif dibanding tahun 2014,” kata Gun Gun.

BACA JUGA :  Prabowo Tak Mau Permalukan Jokowi Pakai Kasus Novel

Lebih jauh dia menilai, kedua paslon tersandera dengan tema yang diangkat dalam debat pertama kali ini. Misalnya, kubu petahana akan mendapat tekanan dalam kasus hukum Penyidik Senior KPK Novel Baswedan. Belum lagi kasus korupsi yang hingga saat ini masih banyak ditemukan.

“Artinya tekanan ada pada satu periode kekuasaanya, bagaimana dia punya exit strategy untuk mengatakan ‘kami baik-baik saja’.”

Sementara di kubu Prabowo sebagai penantang, akan ada tekanan terkait rekam jejak masa lalu seperti isu HAM yang kerap kali isu tersebut diulang-ulang oleh kubu lawan.

BACA JUGA :  Jokowi Bebaskan Ba'asyir, BPN Prabowo-Sandi: Pasti Ada Kaitan dengan Politik

“Itu pasti akan terus digoreng. Tetapi, pasti kontra narasinya sudah disiapkan. Hanya saja seberapa ada aspek reliance, orang percaya atau tidak pada omongan dan datanya,” kata Gun Gun. [ipk]

Bagikan Ini :