FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, telah terjadi inflasi sebasar 0,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 135,39,pada Desember 2018. 

“Pada Desember 2018 terjadi inflasi sebesar 0,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,39,” ucap Kepala BPS Suhariyanto kepada wartawan, Rabu (2/2/18). 

Berbeda dengan tahun 2017, dimana tarif listrik yang menjadi penyumbang terbesar 0,81 pesen inflasi. 

Menurut Suhariyanto, penyumbang inflasi tertinggi di inflasi 2018 adalah bensin. Karena, disebutnya, bensin pada 2018 memberikan andil inflasi 0,26 persen. 

“Komoditas utama yang andilnya paling tinggi (pada 2018) adalah bensin umum bukan yang subsidi karena kenaikan harga minyak,” ucapnya. 
Bukan hanya Bensin, ia juga menyebut, sembilan komoditas lainnya yang ikut serta memberikan andil dalam inflasi 2018. 

Seperti beras dengan nilai 0,13 persen,menjadi andil ke dua dalam inflasi. Rokok Kretek Filter 0,13, Daging Ayam Ras 0,12, Ikan Segar 0,10, Tarif Angkutan Udara 0,10, Tarif Sewa Rumah 0,09, Bawang Merah 0,07, Nasi dengan Lauk 0,07 dan Rokok Kretek 0,07. 

Dijelaskannya, terjadinya  inflasi sebasar 0,62 karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. 

Seperti, kelompok bahan makanan sebesar 1,45 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen, kelompok sandang sebesar 0,08 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,10 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,28 persen.

“Berdasarkan komponennya, inflasi inti (core inflation) tercatat sebesar 1,87%, harga yang diatur pemerintah (administered price) sebesar 0,66%, dan harga pangan bergejolak (volatile food) sebesar 0,60%,” Sebutnya kembali. [far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini