telusur.co.id – Sukirman, petani rumput laut di Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, mengeluhkan harga jual komoditi tersebut saat berdialog dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, Jumat (4/1/19).

“Naik paling tinggi dua ratus rupiah Pak, tapi kalau turun sampai seribu rupiah. Belum lagi alat-alat untuk budidaya rumput laut, seperti tali. Jadi harga produksi dengan harga jual kadang sangat tidak masuk,” jelas Sukirman.

Hal lain yang membuat para petani budidaya rumput laut berjalan di tempat, adalah belum adanya industri pengolahan untuk bahan baku yang bisa menjadi produk turunan kosmetik, pangan, tisu, saus, dan tekstil ini. Petani Rumput laut Pantai Amal, hanya menjual bahan mentah ke Surabaya atau Makasar, untuk di olah.

Mendengar curhatan para petani rumput laut, Sandi mengatakan, jika dirinya bersama Prabowo terpilih memimpin bangsa pemerintahannya akan berbeda dengan pemerintah sekarang dalam menjalankan roda ekonomi.

“Karena 99 persen jumlah usaha masyarakat Indonesia, adalah pengusaha kecil dan menengah, termasuk pelaku budidaya rumput laut ini,” terang Sandi.

Tak hanya itu, Sandi juga berjanji, akan membangun industri pengolahan rumput laut. Sehingga petani seperti Sukirman dapat mendapatkan nilai lebih.

Karena, produksi rumput lautnya bisa diserap industri, tentu dengan harga yang sesuai dengan produksi dan harga jual, sehingga bisa mensejahterakan pekerja rumput laut.

“Janji itu harus di wujudkan. In Shaa Allah kami janji akan hadir dengan para perani, nelayan dan seluruh masyarakat Indonesia, untuk menggerakkan ekonomi rakyat,” janji Sandi.[far]

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini