telusur.co.id- Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengumumkan bahwa pencairan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus sudah bisa pada 3 Januari 2019.

“Penerima/pemegang kartu KJP Plus. Dana bulanan rutin periode 2019 dana berkala untuk kebutuhan belanja untuk keperluan sekolah sudah dapat dimanfaatkan sejak 3 Januari 2019,” tulis Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan di akun Instagram-nya , Senin (7/1/19).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan, pemanfaatan dana KJP tetap mengacu pada ketentuan yang sudah disepakati. Diantaranya, pemegang KJP hanya bisa menarik uang tunai untuk keperluan belanjan hanya sebesar Rp100 ribu.

“Maksimal transaksi penarikan Rp100.000/bulan, walaupun dana rutin bulanan dan dana berkala turun sekaligus di awal Januari 2019,” tuturnya.

Kemudian, pemegang KJP yang tidak taat aturan yang berlaku, akan diblokir akun KJP-nya. Dengan begitu pemegang KJP otomatis tak bisa menggunakannya lagi.

“Ketidakpatuhan pada penggunaan KJP dapat berpotensi pembelokiran dana KJP Plus dan dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku ,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, pemegang KJP Plus bisa berbelanja keperluan sekolah menggunakan mesin EDC. Namun, maksimal nominal belanja sesuai dengan nominal dana yang berada di dalam KJP Plus.

“Jumlah angka nominal saldo efektif ( yang tertera di mesin ATM) berbeda dengan saldo buku yaitu angaka nominal yang tertera pada buku tabungan. Saldo yang dapat dimanfaatkan atau dipergunakan untuk transaksi pada saat ini adalah saldo efektif yang tersedia,” tandasnya.[ham]

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini