Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Barat, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Dedi Mulyadi / Net

telusur.co.id – Suara penolakan terhadap kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap Rocky Gerung bukan hanya terlontar dari pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ternyata, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Dedi Mulyadi juga tidak setuju dengan diusutnya pernyataan Rocky Gerung soal kitab suci fiksi.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ini menilai, pernyataan yang disampaikan Rocky merupakan gagasan bersifat akademis, bukan ujaran kebencian.

Ia pun meminta semua tim pemenangan, baik dari Jokowi-Ma’ruf, maupun Prabowo-Sandiaga, untuk tidak membudayakan saling lapor.

“Hentikan budaya kriminalisasi ide atau gagasan tersebut. Apakah kepada Pak Rocky Gerung atau siapa. Tolong hentikan kriminalisasi gagasan atau intelektual. Itu hanya akan membangkrutkan khazanah intelektual,” kata Dedi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (31/1/19).

BACA JUGA :  2D Didorong Jadi Sekjen Airlangga Hartarto

Kepada pihak yang tidak sepakat dengan pernyataan Rocky Gerung, dirinya menyarankan agar jangan berlebihan dalam bertindak, karena menjadi tontonan negatif ke masyarakat.

“Saya tidak menyepakati siapa pun, baik dari kubu 01 atau 02 memidanakan gagasan atau pikiran akademis. Beda antara gagasan pemikiran akademis dengan ujaran kebencian,” kata Dedi.

“Mari hormati kebebasan berpikir. Kalau ada yang tidak sepakat dengan gagasan dan pikiran itu, lawanlah dengan ide dan pikiran itu sendiri. Hentikan kriminalisasi intelektualitas karena akan menjadi masyarakat bodoh.”

(Baca juga: Rocky Gerung Sebut Pelapor “Kitab Suci Fiksi” Tak Pernah Belajar Logika)

BACA JUGA :  Golkar Mulai Kewalahan Hadapi Protes Kadernya : Bakal Nyungsep di Pilgub Jabar atau Rubah Keputusan?

Diketahui, Rocky Gerung, pria yang pernah mengajar selama 15 tahun di Departemen Filsafat Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, dilaporkan oleh Jack Boyd Lapian ke Bareskrim Polri pada 16 April 2018.

Namun oleh Bareskrim Polri dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Laporan itu kemudian diterima dengan Nomor LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018, di mana Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP.

Nggak sampai disitu, Rocky juga dilaporkan atas tuduhan yang sama oleh Abu Janda atau Permadi Aria, pada hari Rabu 11 April 2018 di Polda Metro Jaya. Laporan Abu Janda diterima pula dengan nomor polisi TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 April 2018. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini