telusur.co.id – Wasekjen DPP PKB Dita Indah Sari menyambangi Polda Metro Jaya, Rabu (2/1/19). Tujuan kedatangan Dita untuk berkonsultasi dengan penyidik terkait kasus yang dilaporkannya.

Dita melaporkan seseorang yang menulis di media sosial bahwa dirinya adalah keturunan PKI. Selain itu, pelaku juga menulis bahwa PKB sebagai partai tempat bernaung Dita telah disusupi komunis.

Dita berkonsultasi dengan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait kasusnya. Apalagi sudah ada permintaan maaf dari pelaku.

“Saya punya kecenderungan untuk memaafkan karena memang ada alasan kemanusiaan. Dia baru punya anak, anaknya masih 40 hari jadi masih menyusui” kata Dita di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/1/19).

Sebelum datang ke Polda Metro Jaya, aktivis buruh itu juga telah berkonsultasi dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Menurutnya, kasus yang menyeret namanya ini cukup menjadi pelajaran bagi masyarakat, agar berhati-hati dalam bermedia sosial.

“Cak Imin (panggilan Muhaemin Iskandar) juga bilang maafkan saja, ini kan tahun baru. Gusdur juga mengajarkan kemanusiaan lebih penting dari politik,” jelasnya.

Di tempat yang sama, terlapor dalam kasus ini, Sri Destri Sundari mengatakan, dirinya hanya meneruskan informasi yang didapat sebelumnya. Tidak ada pesanan dari pihak tertentu atau memiliki afiliasi politik tertentu.

“Saya hanya meneruskan, mungkin kebodohan saya, keteledoran saya. Jadi saya hanya nge-share saja.” ujar Destri.

Destri juga mengaku menyesal dengan apa yang telah diperbuatnya. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Saya juga menyesal, kebodohan saya kekhilafan saya, tidak memikirkan Ibu Dita. Ini kecerobohan jempol saya,” sesalnya. [far]

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini