Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Yahya Al Qahtani di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (3/1/19).Foto:Istimewa

telusur.co.id- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sirajd meminta kasus pembakaran bendera tauhid yang terjadi beberapa waktu lalu dilakukan oleh salah satu oknum Banser, untuk tidak dibahas lagi. Karena, pelaku pun sudah dihukum.

“Banser yang bakar itu sudah dihukum, cukup! 10 hari dipenjara, didenda. Oleh karena itu sudah selesai,” kata Said Aqil saat mendapat kunjungan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang baru, Yahya Al Qathoni di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

Karena sudah dianggap selesai, maka dirinya ingin kasus pembakaran bendera tidak perlu diungkit ungkit lagi. Menurutnya, insiden yang terjadi saat peringatan Hari Santri Nasional 2018 itu sejatinya, telah selesai. Dimana ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) waktu itu mengumpulkan seluruh ormas Islam.

BACA JUGA :  Airlangga Hartarto Kunjungi Ketua Umum PBNU

“Sekali lagi clear sudah, masalah pembakaran bendera selesai, stop!” tandasnya.

Sementara terkait kunjungan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang baeu itu, bersama Atase Agama dan Pendidikan Kerajaan Arab Saudi itu, kata dia, untuk bersilaturahmi sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antara masyarakat Indonesia dengan Arab Saudi.

Yahya adalah Dubes Arab Saudi yang baru diangkat oleh kerajaan Arab Saudi menggantikan Osamah Muhammad Al-Suaibi.

Ia mengungkapkan, pihaknya sangat tersinggung dengan pernyataan Dubes Arab Saudi yang lama yakni Osamah Muhammad Al-Suaibi yang menyebutkan bahwa Ansor dan Banser adalah organisasi sesat.

BACA JUGA :  Pembakaran Bendera Tauhid, Haedar Nashir : Semua Pihak Tahan Diri

Oesman meyampaikan hal itu melalui akun twitternhmya ketika mengomentari aksi reuni 212 di Monas, Jakarta beberapa waktu lalu. Atas ketersinggungan PBNU tersebut sehingga Arab Saudi manarik Osaman sebagai Dubes Arab Saudi di Indonesia dan digantikan dengan Yahya Al Qathoni.

“Kamarin ketika mengomentari reuni 212 (Oesman), katanya itu reaksi dari pembakaran bendera oleh oknum organisasi yang sesat (Banser dan Ansor). Kita atas nama PBNU tersinggung, beliau ditarik dan gantinya Dubes yang masih jenius, kecerdasan politik, diplomat yang ulung,” tandasnya.[ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini