telusur.co.id – Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief tidak terima telah dituduh sebagai penyebar berita hoaks terkait tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos. Dia merasa dicemarkan nama baiknya oleh sejumlah pihak yang telah menuduh dirinya.

Karenanya, dia melaporkan sejumlah nama politisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Laporan tersebut dilayangkan Andi melalui kuasa hukumnya, Hafisullah Amin Nasution dan Irwin Idrus.

“Ada lima pihak terlapor yang telah dilaporkan atas dugaan tindak pidana pencemaran penyebaran berita elektronik, berdasarkan Pasal 310 KUHP dan Pasal 27 ayat 3 UU ITE,” ujar Hafisullah di gedung Bareskrim Polri, Gambir, Senin (7/1).

Dalam kesempatan yang sama, Irwin menjelaskan, pihaknya melaporkan sejumlah nama seperti Ali Mochtar Ngabalin, Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf, Irfan Pulungan, Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga, Jubir PSI Guntur Romli dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto. Untuk memperkuat laporannya, dia mengaku membawa sejumlah barang bukti.

“Buktinya untuk Pak Ngabalin misal ada rekaman Primetime News di Metro TV. Statemen dia menyebutkan bahwa Pak Andi Arief menyebarkan berita bohong, sengaja mencemarkan sehingga menimbulkan kegaduhan,” jelasnya.

Irwin juga menjelaskan, bahwa kliennya dan keluarganya merasa dirugikan dengan adanya tuduhan tersebut. Oleh karena itu, kata dia, kliennya mengaku tidak ingin membuat suasana kembali gaduh dan menyerahkan semuanya ke kuasa hukum.

“Jadi, Pak Andi Arief ini maunya menjalankan saja sesuai prosedur hukum. Dalam hal ini sudah dikuasakan ke kami, kuasa hukumnya,” terangnya.

Irwin menjelaskan, kelimanya dilaporkan dengan pasal yang sama. Dia berharap laporannya dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Nanti tentu saja kita lihat proses penyelidikan oleh pihak kepolisian bagaimana kedua pasal itu bisa dibuktikan atau tidak. Jadi kita tunggu saja perkembangan prosesnya di kepolisian,” tandasnya.

Adapun, laporan ini telah diterima pihak Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/033/1/2018/BARESKRIM tanggal 7 Januari 2019. [far]

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini