Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menyaksikan Penandatangan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Riset Kewirausahaan di Indonesia Dalam Perspektif Islam (Muslimpreneurship) antara International Council for Small Business (ICSB) Indonesia dan Universitas AI Azhar Indonesia di Jakarta, Rabu(30/1/19). Foto: Dok. Kemenkop

telusur.co.id- International Council for Small Business (ICSB) Indonesia dan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) melakukan kerjasma untuk mengembangkan riset Muslimpreneurship sekaligus memberdayakan UKM lokal.

Kerjasama itu ditandatangani di MarkPlus Main Campus Jakarta danung oleh Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga yang juga tercatat sebagai pendiri ICSB Indonesia, President ICSB Asia yang juga founder & chairman ICSB Indonesia, Hermawan Kartajaya.

“Secara garis besar riset Muslimpreneurship akan menggali nilai-nilai bisnis Islami yang bisa diterapkan dalam mendorong roda perekonomian khususnya sektor UMKM,” kata Hernawan, Rabu (30/1/19).

Hermawan menguraikan, ada tiga hal penting yang akan dilakukan dalam riset ini. Pertama, riset kewirausahaan di Indonesia dalam perspektif Islam atau Muslimpreneurship.

Kedua, pemberdayaan UKM lokal di daerah dengan memperhatikan kearifan lokal atau local wisdom. Ketiga, pelibatan pengurus ICSB Indonesia dalam kegiatan belajar mengajar di Universitas Al Azhar Indonesia untuk topik kewirausahaan.

Ia menambahkan, konsep Muslimpreneurship semakin menemukan momentumnya karena untuk periode 2019-2020 Presiden Terpilih untuk ICSB Global adalah Ahmed Osman seorang pengusaha muslim yang sukses di Mesir.

Konsep Muslimprenership itu nantinya akan dipresentasikan di Annuql ICSB World Cobgress ke 64 di Kairo Mesir pada 16-21 Juni 2019.

Hasil riset ini diharapkan menjadi kontribusi Indonesia terhadap perkembangan konsep kewirausahaan dunia.

Sementara itu, Rektor UAI Asep Saefudin mengatakan, riset tentang Mualimpreneurship menjadi relevan untuk konteks Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Semangat kewirausahaan yang mengedepankan nilai-nilai akhlak dan prinsip-prinsip muamalah dari Al qur’an mauoun Sunnah diharapkan dapat melahirkan pebisnis-pebisnis yang bisa menciptakan dampak positif di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan.

“Muslimpreneurship ini sifatnya inklusif atau luas, tidak buat pebisnis muslim saja. Contohnya, pak Hermawan Kertajaya kan non muslim, namun ia malah menggali nilai.nilai Muslimpreneurship,” kata Asep.

Dengan kata lain, Muslimpreneurship adalah upaya-upaya mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin melalui praktik kewirausahaan.

ICSB Indonesia sendiri adalah organisasi non proft yang fokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia serta didukung oleh Kemenkop dan UKM. Dalam program programnya, ICSB Indonesia didukung oleh empat pilar yang terdiri dari pemerintah, akademisi, periset dan pelaku bisnis. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini