telusur.co.id- Wakil ketua DPR RI Fadli Zon, mengaku aneh dengan keputusan KPU yang membatalkan memfasilitasi sosialisasi visi-misi, jelang debat perdana Pilpres 2019 yang awalnya dijadwalkan 9 Januari 2019.

Dibatalkannya, sosialisasi visi misi itu. Ia pun menilai. Debat capres 2019 yang akan dilaksanakan KPU, seperti main-main.

“Saya juga heran ya, kenapa kok sepertinya kita ini dalam beradu argumentasi, beradu visi-misi, itu seperti dibuat-buat,” ungkap Fadli di Gedung Parlemen, Senayan, Senin (7/1/19).

Menurut dia, sebagai penyelenggara pemilu. Seharusnya KPU memfasilitasi penyampaian visi-misi dari setiap calon pasangan capres-cawapres.

“Harusnya difasilitasi visi-misi ini, dan itu harus datang dari kandidat karena yang akan memimpin kandidat bukan timses, bukan stuntman. Jadi kandidat yang harus menyampaikan visi-misinya,” ucap Fadli kembali.

Bukan hanya mengenai visi-misi. Politikus Gerindra ini juga mengaku terheran-heran dengan sikap KPU yang akan memberikan kisi-kisi pertanyaan debat kepada pasangan capres-cawapres.

Ia mempertanyakan, mengapa KPU memberikan bocoran pertanyaan materi debat.

Pasalnya, Fadli menilai, apabila KPU memberikan bocoran. Maka tidak akan ada lagi efek kejut pertanyaan kepada peserta debat.

“Itu kan enggak asyik lagi, enggak ada geregetnya, enggak ada efek kejutnya. Jadi nanti kalau sekarang dikasih bocoran soalnya, ya, nanti tinggal ngapalin. Ini ya enggak asyik lagi lah,” ungkap Fadli kembali.

Seperti diketahui, Ketua KPU Arief Budiman, memastikan. KPU tidak akanmemfasilitasi sosialisasi visi-misi jelang debat perdana Pilpres 2019 yang awalnya dijadwalkan 9 Januari 2019.

Dikatakan Arief, keputusan itu diambil, karena berdasar kesepakatan antara KPU dengan tim kampanye pasangan calon melalui rapat bersama yang digelar pada Jumat (4/1/19) malam.

KPU juga menyatakan, sosialisasi tetap akan dilakukan, tetapi oleh masing-masing tim kampanye.

Bukan itu saja, KPU juga memutuskan akan memberikan kisi-kisi pertanyaan debat,

kepada setiap peserta capres-cawapres. Alasannya, debat capres bukanlah kuis tebak-tebakan. KPU ingin debat capres substantif didukung data-data.[ham]

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini