Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Calon presiden nomor pemilihan 02, Prabowo Subianto disebut lebih mirip presiden pertama RI, Soekarno.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dalam akun Twitter miliknya, @fahrihamzah, Kamis (2/1/19).

Adapun kemiripan itu, yakni pada karakter, rasa percaya diri, sikap kritis ke asing, pidatonya serta lainnya.

Memang karakter Sukarno lebih mirip Prabowo…; percaya diri, kritis ke asing, pidato berbagai bahasa, meledak-ledak…dan banyak lagi….,” tulis Fahri.

Bukan itu saja, Fahri juga mengusulkan agar diadakan lomba mirip Soekarno antara Prabowo Subianto dengan Jokowi. Hal itu guna membuktikan siapa yang lebih mirip Soekarno.

Jurinya. Fahri memilih anak perumpuan Soekarno, Megawati Soekarno Putri. “Bagus juga kalau ada lomba meniru Soekarno antara @prabowo dan @jokowi…dengan juri ibu Megawati ….”

BACA JUGA :  Datang Kerumah Pentolan Grup Band Dewa, Ini yang Disampaikan Prabowo

Hal itu diutarakan Fahri, saat dia memposting video Soekarno yang berkisahkan, bagaimana Soekarno meminta pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev untuk menemukam makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan.

Permintaan Soekarno itu, sebagai syarat dari jawaban lawatan Soekarno ke Uni Soviet. Dimana pada saat itu, Uni Soviet dan Amerika Serikat sedang berebut pengaruh.

Soekarno merasa perlu berhati-hati, karena sebagai penganut garis politik nonblok, ia tak ingin dicap berbelok ke kiri.

Soekarno membuat strategi dengan mengajukan syarat kepada Khrushchev, dimana ia hanya akan memenuhi undangan jika pemimpin Soviet itu bisa menemukan kembali makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan.

Khrushchev pun enggan, namun Soekarno bersikeras. Akhirnya, lokasi makam Imam Bukhari berhasil ditemukan lagi meski dalam keadaan terlantar. Untuk menyambut dan menyenangkan hati Soekarno, makam perawi hadis terkemuka itu direnovasi.

BACA JUGA :  Gerindra: Komunikasi Cawapres Prabowo Masih Cair

Dan akhirnya Soekarno memenuhi undangan Khrushchev, ia menyempatkan diri berziarah ke makam tersebut.

Selama di Uzbekistan, Soekarno ditemani Sharof Rashidov, Ketua Presidium Dewan Soviet Republik Uzbekistan. Tercatat, Sukarno mengunjungi Masjid Sheich-Tillja di Tashkent. Di sini Sukarno bertemu dengan beberapa ulama dari Dewan Agama Islam Asia Tengah dan Kazakhstan.

Soekarno juga berkesempatan menyampaikan pidato pada rapat raksasa di Stadion Pachtakor. Lebih dari 75.000 orang hadir dalam rapat raksasa itu. Ia juga mengunjungi pusat industri di kota Chircik, pusat pertanian kapas di kota Kzyl-Uzbekistan, dan terakhir ke Samarkand. Sayangnya, tak ada keterangan memadai soal kegiatan di Samarkand (Perjalanan Bung Karno! 1978, hlm. 66-81). [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini