telusur.co.id – Forum Pemuda Pemerhati Demokrasi (FPPD) DKI Jakarta mengatakan jika isu Hak Asasi Manusia (HAM) memang sangat sensitif bagi kubu oposisi.

Ketua FPPD DKI Jakarta, Suriadin P La Ode menilai, sebenarnya isu pelanggaran HAM yang dialamatkan ke Prabowo itu sudah basi. Sebab, aktivis 1998 banyak bergabung dengan Partai Gerindra.

“Tentu Isu HAM ini menjadi salah satu alat politik pihak lain untuk melemahkan kekuatan oposisi. Walaupun demikian, dengan bergabungnya beberapa aktivis korban gerakan 98 ke kubu Pak Prabowo kala itu. Hal ini tentunya mengisaratkan dan meyakinkan publik bahwa Pak Prabowo bukan pelanggar HAM,” kata Ketua FPPD DKI Jakarta, Suriadin P La Ode kepada wartawan, Rabu (9/1/19).

Dijelaskan Suriadin, bukti bahwa Prabowo bukan pelanggar HAM adalah ketika ia ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai capres 2019. Dimana, Prabowo sudah maju menjadi kandidat Pilpres tiga kali.

“Ini bukti bahwa Pak Prabowo bukan pelanggar HAM. Dan masih banyak bukti-bukti lain yang mematahkan segala argumen dan tundingan berbau fitnah dan menyesatkan itu,” tegasnya.

“Kejadian 98 hingga saat ini juga masih menjadi bola liar alias kita belum tau siapa pelaku sebenarnya. Kita belum tau siapa otak dibalik peristiwa penculikan aktivis 98 tersebut, justru saya pribadi mengindikasi bahwa pelaku penculikan di balik gerakan 98 adalah mereka yang selalu melabelkan secara keras Dan terus-menerus terhadap Pak Prabowo Subianto,” tambahnya.

Oleh karenanya, tema debat pertama yang salah satunya mengangkat soal Isu HAM, menurut Suriadin tak ada masalah bagi Prabowo sendiri. Ia menilai, tema itu pasti sudah tidak asing bagi Prabowo, karena tema yang sama sudah pernah didebat pada Pilpres 2014 lalu.

Suriadin juga berpendapat bahwa rakyat saat ini sudah cerdas dan paham siapa sebenarnya yang melakukan pelanggaran HAM. Sebab baru di era saat ini masyarakat Indonesia meminta ganti presiden.

“Ini sejarah baru buat negara ini, dan hal ini hadir bukan tanpa sebab, melainkan ada sebabnya yakni soal kesenjangan diberbagai sektor labil, khusus sektor pendidikan dan kesejahteraan,” pungkasnya.[ham]

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini