telusur.co.id – Debat Pilpres 2019 yang menampilkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis malam (17/1/19), turut serta menjadi perhatian pengacara ternama, Hotman Paris Hutapea.

Dalam debat pertama, KPU selaku penyelenggara mengambil tema Hukum, HAM, korupsi dan terorisme.

Hotman pun langsung menagih janji Capres nomor pemilihan 01, Joko Widodo yang mengatakan masyarakat untuk mengadukan jika menemui masalah hukum.

Melalui video di akun Instagram miliknya, @hotmanparisofficial, yang terpantau redaksi, Minggu (20/1/19), Hotman yang sedang berada di sebuah warung ditemani oleh sang pemilik warung, mengajukan pengaduan terkait permasalahan hukum yang dialami oleh seorang warga asal Bali, bernama Jenny.

BACA JUGA :  Ini Kriteria Cawapres Jokowi Versi PDIP

Wanita bernama Jenny itu kini dijadikan tersangka kasus pemalsuan dokumen hanya berdasarkan surat gugatan perdata ke pengadilan. Oleh penyidik, lanjutnya, dokumen pengaduan gugatan itu dinyatakan palsu dan bohong, sehingga Jenny dijadikan tersangka pelanggaran Pasal 262 dan Pasal 263 KUHP.

Padahal, benar atau tidaknya isi surat gugatan perdata ditentukan oleh hakim perdata.

“Debat capres bapak Jokowi mengatakan adukan kalau ada masalah, sekarang saya mau mengadukan. Apakah seseorang yang telah mengajukan surat perdata, isi surat gugatan itu bisa oleh penyidik dijadikan pemalsuan sehingga dikenakan pasal 262 dan 263?” tanya Hotman.

BACA JUGA :  Cawapres Nomor 1, Ingatkan Masyarakat Soal Kinerja Jokowi

“Ini kasus ibu Jenni di Bali. Dia menggugat perdata oleh penyidik disebutkan isi surat gugatannya itu mengandung kata-kata bohong, kata-kata palsu.”

“Isi surat gugatannya itu perdata, dia tidak memalsukan apapun. Cuma argumentasi dalam gugatan perdata kan bebas, dan hakim perdata yang menentukan. Kenapa bapak Kajati Bali membuatnya jadi P21?”

“Salam dari Warkop Taman Jogging. Kelapa Gading Permai.” [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini