diskusi bertajuk "Peluang dan Risiko Investasi Jelang Pilpres" di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/19). FOTO: telusur.co.id/Tio Pirnando

telusur.co.id- Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menilai, para investor tidak akan takut terhadap gejolak Pilpres 2019. Namun, menurut Burhanuddin, yang ditakutkan investor ialah gejolak ekonomi global, karena sangat berpengaruh terhadap pasar modal.

“Pelaku pasar memiliki logika berbeda melihat peluang ekonomi di tahun politik. Karena perang dagang global lebih memiliki dampak psikologi para investor ketimbang menanggapi isu politik dalam negeri,” kata Burhanuddin dalam sebuah diskusi bertajuk “Peluang dan Risiko Investasi Jelang Pilpres” di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/19).

BACA JUGA :  INDEF Prediksi Presiden Terpilih April Nanti Bakal Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Burhanudin menuturkan, biasanya para investor itu akan memilih menahan diri dan melihat (wait and see) rencana investasi sambil menunggu hasil Pilpres 2019. Hal ini terdeteksi, meski tidak mudah dibuktikan, ada kemungkinan saham para investor sudah terafilisasi dengan para kandidat capres-cawapres yang sudah lama menjadi incaran investor.

“Mungkin ada juga tapi hal itu ada efek jangka pendek dan panjangnya dari hubungan tokoh dengan investor,” imbuhnya.

Burhandin melanjutkan, setidaknya ada dua pertanyaan muncul jika ada saham investor yang terafiliasi dengan kandidat Pilpres. Pertama, seberapa besar kenaikan saham akibat efek jangka panjang, karena kemenangan pilpres. Dan, yang kedua, seberapa besar penurunan saham terhadap kemenangan kandidat yang didukungnya.

BACA JUGA :  Bukan Cuma Capres-cawapres, Media Diharapkan Pantau Para Caleg

“Jangan-jangan dua bulan setelah kandidatnya terpilih, saham investor yang terafiliasi dengan tokoh, langsung anjlok,” tandasnya. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini