Wahyudin, Kepala BPBD Provinsi Kalsel/Achmad Juhriansyah

telusur.co.id-Tingginya intensitas hujan dan perubahan cuaca yang ekstrem, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan siaga bencana untuk musibah banjir, longsong, puting beliung dan gelombang pasang.

Menurut kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Wahyuddin, penetapan siaga darurat bencana ini lantaran sudah 3 dari 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan yang sudah menyatakan siaga diantaranya Kabupaten Tapin, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar sehingga atas status tersebut menjadi dasar penetapan ditingkat Provinsi.

“Penetapan siaga darurat ini sudah melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dan berlaku mulai tanggal 01 Januari 2019 lalu hingga 30 April 2019 mendatang,” ujar Wahyuddin, saat ditemui Kamis (3/1) sore.

Dengan adanya status siaga darurat bencana ini, jelas Wahyuddin, pihaknya juga sudah mendirikan beberapa posko baik di daerah yang sudah menyatakan siaga maupun di kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan sebagai posko utama.

“Satu posko dengan posko yang lainnya saling bersinergi, untuk melaporkan kalau ada terjadi musibah dan penerjunan personil dapat cepat sampai kelokasi bencana,” jelas Wahyuddin.

Untuk itulah, dengan kondisi cuaca kurang bersahabat yang saat ini sering terjadi di Kalimantan Selatan, pihak BPBD Provinsi Kalimantan Selatan meminta masyarakat untuk selalu waspada.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat jangan jeluar rumah, kecuali ada hal yang penting apabila terjadi perubahan cuaca yang extrem apalagi yang bermukim dikawasan dekat dengan pantai. Sedangkan yang memakai transportasi laut dan bekerja dilaut juga harus waspada karena BMKG sudah mengeluarkan waspada kalau terjadi angin deras, karena dihawatirkan gelombang laut bisa akan naik,” pinta Wahyuddin.[Gus].

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini