foto: net

telusur.co.id – Mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hadar Nafis Gumay, angkat bicara terkait tergerusnya kepercayaan masyarakat terhadap KPU.

Menurutnya, hal itu bermula dari masalah profesionalitas dan komunikasi. Dan yang terakhir masalah dibatalkannya penyampaian visi dan misi capres dan cawapres.

“Kemarin keluar lagi misalnya dalam rangka tidak mau mempermalukan paslon, martabat paslon. Akhirnya itu kan ramai dipelintir lagi. Jadi bagaimana mengkomunikasikan dengan tepat, jelas itu penting,” kata Hadar di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/19).

Dia mengaku heran, penyampaian visi-misi yang begitu penting ditiadakan oleh KPU. Hal itulah yang dikhawatirkannya menjadikan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu menjadi rendah.

BACA JUGA :  696 Kotak Suara Rusak Di Gudang KPU Cirebon

“Sehingga orang mempertanyakan proses pemilu dan hasilnya. Padahal hasil (pemilu) benar, gak ada suara tertukar dan sebagainya, tapi karena gak percaya sama KPU, sehingga oang pertanyakan itu,” terang pendiri NetGrid itu. 

Dia mengungkapkan, di masa dirinya menjabat sebagai anggota KPU, masih ada cerita-cerita tentang kecurangan. Padahal KPU saat itu sudah sangat terbuka, dan menantang jika ada kecurangan, siapa yang curang serta ditunjukkan buktinya.

“Tapi cerita itu kan masih ada. Jadi kalau masalah ketidakpercayaan itu besar sekali, cerita itu akan sangat menganggu,” terangnya.

BACA JUGA :  Ketimbang di Hotel, Kubu Prabowo-Sandi Sarankan Debat di Kampus

Karenanya, kata dia, penting bagi KPU dalam mengeluarkan kebijakan harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Itu juga penting, kalimat misalnya bahwa ini hasil kesepakatan, nah itu menunjukkan mereka itu diatur semua. Padahak penyelenggara pemilu itu punya kemandirian sangat tinggi, jadi firm saja, taruh dalam aturan, mereka (paslon) patuh, gak ada yang melawan KPU,” tandasnya. [far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini