Menlu Venezuela, Jorge Arreaza. (Ist)

telusur.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Venezuela Jorge Arreaza menyatakan, alasan sebenarnya di balik upaya kudeta Amerika Serikat (AS) terhadap pemerintahan Maduro adalah untuk merebut cadangan minyak negaranya.

Pasca penjatuhan sanksi AS terhadap perusahaan minyak milik negara PDVSA pada Senin (28/1/19) lalu, Arreaza lewat cuitan Twitter menyebut langkah itu adalah bukti lain bahwa Washington tengah mengincar minyak Venezuela.

“[Sanksi itu] memperlihatkan bukti konkret dan tak terbantahkan tentang tujuan utama dan rill dari upaya kudeta di Venezuela: minyak,” tulisnya.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, menyebut sanksi kepada PDVSA akan dicabut hanya jika Presiden Nicolas Maduro mau menyerahkan jabatan kepada Juan Guaido, tokoh oposisi yang disokong oleh AS.

BACA JUGA :  Presiden Maduro Diminta Waspadai Bantuan Kemanusiaan AS ke Venezuela

Menurut Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, sanksi tersebut akan mempengaruhi aset PDVSA di AS senilai $7 miliar dan ekspor senilai $11 miliar untuk tahun mendatang.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Fox Business, Bolton mengakui bahwa AS memang tertarik pada minyak Venezuela. Menurutnya, jika perusahaan AS dapat berinvestasi lebih banyak di Venezuela, itu akan “membuat perbedaan besar secara ekonomi bagi Amerika Serikat.” [far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini