Said Salahudin Baabud/Net

telusur.co.id – Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menilai sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melaporkan kasus informasi tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos ke polisi berlebihan.

“Respons KPU agak berlebihan dengan melaporkan kasus tersebut ke pihak Kepolisian,” ungkap Said di Jakarta, Kamis.

Semestinya, ujar Said, KPU cukup memberikan penjelasan bahwa isu itu tidak benar. Apalagi KPU bersama Bawaslu sudah langsung turun ke lapangan untuk mengecek berita bohong itu.

“KPU harus ingat, mereka terikat pada Peraturan Kode Etik Penyelenggara pemilu yang membatasi cara KPU dalam bersikap dan bertindak,” kata Said dilansir antara. Peraturan itu jelas menentukan bahwa KPU diminta untuk memberikan respons secara arif dan bijaksana terhadap kritik dan pertanyaan publik.

Said pun memahami dan menyadari isu tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos itu sangat merugikan bagi KPU sehingga wajar jika lembaga itu langsung bereaksi tapi tidak perlu melaporkan secara langsung.

“Laporan ke polisi itu sudah benar, tetapi tidak harus KPU yang menjadi pelapornya. Biar saja pihak lain yang melakukan hal itu,” tuturnya. (ham)

Like :
BACA JUGA :  Soal Caleg Eks Koruptor, Bawaslu: Kami Berpegang Pada UU dan Putusan Pengadilan

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini