telusur.co.id – Kasus teror bom molotov di kediaman Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu mendapatkan tanggapan dari calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandi mengaku sangat prihatin dengan upaya teror bom. “Saya prihatin, saya juga baru baca ‘head line’,” ungkap Sandi kepada wartawan di Jakarta, Rabu.Kata Sandi, upaya menebar teror bom kepada pimpinan KPK untuk menghadirkan rasa khawatir dan melemahkan upaya memberantas korupsi. “Rakyat ini sudah muak dengan korupsi yang sudah masuk ke stadium empat dan KPK itu ada di ujung tombak,” kata mantan Wagub DKI ini.

Di bawah Prabowo-Sandiaga penegakan hukum di sektor khususnya di bidang pemberantasan korupsi dan pencegahan korupsi diperkuat KPK , Polri dan Kejaksaan, katanya.

“Kita pastikan bahwa penegakan hukum ini jangan sampai bisa diganggu gugat oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab. Jadi, tidak usah takut. Kita bersama pak Laode Syarif kita sampaikan bahwa Prabowo-Sandi bersimpati dan turut prihatin,” kata Sandiaga.

Ditegaskannya lagi, kalau untuk urusan korupsi itu Prabowo-Sandiaga harus totalitas, jangan sampai mundur sejengkal pun. (ham)

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini