Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon.FOTO:Istimewa

telusur.co.id- Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon berharap, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak melakukan hal yang aneh dengan menberikan daftar pertanyaan (kisi-kisi) kepada capres dan cawapres, sebelum debat.

Melihat, keputusan KPU yang membatalkan akan memfasilitasi penyampaian visi misi peserta capres-cawapres dalam debat Pilpres 2018. Sampai saat ini masih menjadi perdebatan.

“Hal² aneh tidak lazim begini harusnya dihindari KPU. Krn membuat KPU semakin negatif dimata publik. Pertanggungjawaban KPU itu ke publik bukan ke penguasa. Buat saja putusan² yg tdk menerjang akal sehat dan umum dlm pemahaman publik,” ungkapnya di @jasen_jsp, Senin (7/1/19).

BACA JUGA :  Demokrat Sebut Perdagangkan Blangko e-KTP Bisa Dipidana

Untuk itu, ia menilai, usulan dari mantan staf ESDM Said Didu tentang nonton bareng debat Pilpres 2014. Merupakan hal yang perlu di lakukan.

“Cocok juga ide Dr. @saididuKetimbang habis anggaran, Nobar debat 2014 ajalah kita. Selain semua pasti ingin mendengar ulang janji² petahana di Pilpres yg lalu, ini juga kan tidak perlu stuntman, tidak perlu pertanyaan di bocorkan dll,” ungkapnya kembali.

Seperti diketahui, Ketua KPU Arief Budiman, memastikan. KPU tidak akanmemfasilitasi sosialisasi visi-misi jelang debat perdana Pilpres 2019 yang awalnya dijadwalkan 9 Januari 2019.[ham]

BACA JUGA :  KPU Akan Beri Santunan Petugas KPPS yang Meninggal Dunia

[ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini