Rocky Gerung / Net

telusur.co.id – Rocky Gerung, pengamat politik itu mengatakan pelapor dirinya terkait pernyataan “kitab suci fiksi” tidak berlajar logika.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang disiarkan secara langsung oleh akun Youtube Aliansi Pencerah Indonesia, Rabu (30/1/19).

Disampaikan Rocky, dirinya tidak pernah mengatakan bahwa kita suci itu fiksi.

“Besok untuk kedua kalinya dipanggil polisi, untuk mempertanggungjawabkan ucapan saya yang mengatakan kitab suci adalah fiksi. Padahal saya nggak bilang gitu,” kata Rocky.

Rocky kembali meluruskan soal tafsiran kitab suci adalah fiksi yang pernah ia lontarkan di acara diskusi salah satu televisi swasta tersebut. Menurut Rocky ia mengatakan bila fiksi menimbulkan imajinasi maka kitab suci adalah fiksi.

“Itu namanya silogisme di dalam cara berfikir, ada ‘bila’ dan ‘maka’ di sana,” kata Rocky.

BACA JUGA :  Survei Lesure: Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Kalahkan Jokowi-Ma'ruf

Pria yang pernah mengajar selama 15 tahun di Departemen Filsafat Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, bahkan selama mengajar ia tidak pernah mengambil gajinya itu mengkritik pihak yang melaporkan dirinya. Menurut Rocky, pelapor telah memenggal asumsi perkataannya.

“Artinya si pelapor tidak pernah belajar logika,” kata Rocky.

Diketahui, reserse Polda Metro Jaya akan memanggil Rocky Gerung untuk dimintai keterangan terkait laporan Sekjen Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian, pada 16 April 2018 ke Bareskrim Polri, dengan dugaan penistaan agama..

Namun laporan itu oleh Mabes Poliri dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Rocky diminta menghadap penyidik Unit IV Subdit IV Cyber Crime Direktorat Reskrimsus di Mapolda Metro Jaya.

Surat panggilan kepada Rocky Gerung yang mirip dari Ditserse Polda Metro Jaya beredar di media sosial dan menjadi viral.

BACA JUGA :  Jokowi Rangkul PA 212 Karena Pilpres

Dalam surat panggilan itu disebutkan, Rocky Gerung akan diperiksa sebagai terlapor atas pernyataannya dalam program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC), tanggal 10 April 2018.

Rocky pernah mengatakan, fiksi berbeda dengan fiktif. “Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif,” kata Rocky.

Dirinya juga mengungkapkan makna telos yang dalam bahasa Yunani memiliki arti akhir, tujuan ataupun sasaran. Rocky pun kembali menekankan bahwa fiksi adalah baik, sedangkan yang buruk adalah fiktif.

Dirinya menambahkan, dalam agama, fiksi adalah keyakinan. Dalam literatur, fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi.

Beberapa bulan lalu, Ustadz Adi Hidayat Lc dalam tayangan video yang beredar di YouTube memberikan penjelasan soal ramainya ucapan Rocky Gerung. Berikut videonya;


[ipk]

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini