Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Net

Catatan dari Jayapura

Oleh:. Muslim Arbi
Koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK)

Saatnya KPK menangkap dan menahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas dugaan Korupsi yang dilakukan semasa menjadi Gubernur DKI.

Jangan jadikan Ahok, manusia yang kebal hukum dan super sakti atas kasus – kasus dugaan korupsi yang sedang numpuk dan mangkrak di KPK.

Sudah menjadi pengetahuan Umum bagi Publik atas dugaan keterlibatan mantan Bupati Belitung Timur dalam sejumlah kasus Perkara Korupsi yang bernilai Sangat besar.

Kerugian Negara pun sudah terjadi. Bukan lagi ratusan miliar. Tapi Triliun an jika melihat dari banyaknya kasus. Sebut saja kasus Sumber Waras, Bus Transjakarta, Reklamasi Pantai Utara, dan sebagainya. Kerugian Negara sudah jelas. Untuk kasus Sumber Waras saja sudah ada Audit BPK.

BACA JUGA :  Dishub DKI : Pastikan Kesiapan Seluruh Transportasi Penunjang Penyelenggaraan Asian Games 2018

Kerugian Negara dalam kasus Sumber Waras menurut Audit BPK Rp 191 Miliar, belum lagi Bus TransJakarta, sekitar Rp 540 miliar. Semuanya itu harus diusut tuntas oleh KPK.

KPK tunggu apalagi, atas kasus-kasus mantan Suami Veronica Tan ini. Bahkan soal dugaan korupsi Korupsi Ahok ini Dr Marwan Batubara telah menulis buku. Kasus Dugaan Korupsi Ahok. Dan sudah diserahkan ke KPK pula.

Oleh karenanya, tidak ada pilihan lain bagi KPK untuk segera menangkap dan menahan Ahok untuk mengadilinya. Jika tidak KPK dianggap Publik lindungi Ahok. Dan KPK dapat di desak untuk dibubarkan!

BACA JUGA :  Kasus Sumber Waras : Prof. DR. Syaiful Bakhri Sebut KPK Irasional dan Tidak Objektif

Kenapa? Karena Negara mengeluarkan anggaran besar untuk melindungi seorang Koruptor. Ini tidak pantas dan tidak adil.

Dan Jokowi sebagai Kepala negara dan kepala pemerintahan bertanggung jawab atas penuntasan kasus-kasus Ahok ini.[**]

Jayapura, 25 Januari 2019

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini