Ilustrasi partai politik. FOTO: Istimewa

telusur.co.id – Menjelang pemilu, peta politik di Indonesia selalu berubah-ubah, termasuk dukungan dan pilihan masyarakat kepada partai politik. Partai Demokrat yang dijagokan menjadi partai tiga besar harus terjungkal ke posisi enam, sedangkan Nasdem menyalip ke posisi lima besar.

Itulah hasil terbaru lembaga survey Charta Politika Indonesia. Direktur Riset Charta Politika, Muslimin membeberkan jika survey yang dilakukan pada 22 Desember sampai dengan 2 Januari 2019 di 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

Jumlah responden mencapai 2000 orang, lalu dengan metode wawancara tatap muka. Dengan margin of eror 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen itu memperlihatkan dukungan masyarakat kepada PDIP masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan partai lain.

BACA JUGA :  Charta Politika: Fungsi Pegawasan DPR Dinilai Publik Paling Optimal

PDIP masih bertengger di posisi nomor wahid dengan meraih 25,2 persen, kemudian disusul Partai Gerindra yang memperoleh 15,2 persen. Lalu, diposisi ketiga ada Partai Golkar sebesar 9,0 persen.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang jauh dari gosip internal mampu masuk menjadi partai keempat dengan mendapatkan dukungan sebesar 8,1 persen. Nah, yang menarik adalah Partai Nasdem. Kendtai, partainya Surya Paloh ini banyak goncangan karena kadernya terjerat korupsi dan narkoba mampu menyalip Partai Demokrat.

Partai Nasdem berhasil meraih 5,3 persen dukungan publik. Berikutnya, diposisi keenam hingga kesepuluh besar ada Partai Demokrat 4,5 persen, PPP 4,3 persen, PKS 4,2 persen, Perindo 2,7 persen, PAN 2,7 persen.

BACA JUGA :  Sindiran ke Pendukung Petahana, Yunarto: Nyinyir Nggak Nambah Suara Junjungan Anda

Selanjutnya ada PSI 1,5 persen, partai Hanura 0,6 persen, PBB 0,4 persen, Partai Berkarya 0,3 persen, Partai Garuda 0,2 persen dan PKPI 0,1 persen.

Muslimin menjelaskan mengapa PDIP masih kuat di posisi teratas karena soliditas kader yang kuat dan juga ketokohan Jokowi yang masih mendongkrak. “Berdasarkan hasil survei posisi tertatas masih PDIP ya,” ungkap Muslimin di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Muslimin pun memperkirakan hanya akan delapan partai yang akan lolos ambang batas parlemen. Meski begitu dirinya menekankan PAN dan Perindo masih bisa lolos. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini