telusur.co.id- Hasil survei Lembaga Riset Publik (LRP) menyebutkan, elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lebih unggul ketimbang partai lain. Hasil survei tersebut menunjukkan PDIP mendapatkan dukungan 31,2 persen suara.

“Naiknya elektabilitas PDIP didukung karena kinerja figur, kader, baik pada tingkatan atas yang menjadi simbol partai maupun pada tingkatan calong legislatif (caleg) di akar rumput,” kata Manajer Riset, Lembaga Riset Publik, Arvan Maulana dalam konperensi persnya di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (6/1/19).

Selain itu, lanjut Arvan, figur Presiden Joko Widodo juga berhasil menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat lewat berbagai aksi dan kinerjanya. Efeknya, juga berpengaruh pada meningkatkan eleketabilitas PDIP.

Partai Gerindra, tutur Arvan, menduduki urutan kedua dengan elektabilitas 17,8 persen. Lalu,  Golkar di posisi ketiga dengan 7,2 persen.

BACA JUGA :  PBB Desak KIP Aceh Segera Rubah Alat Peraga Sosialisasi Peserta Pemilu

Di posisi keempat dan kelima, ialah  Demokrat dan PKB dengan elektabilitas masing-masing 5,3 persen.

Elektabilitas parpol lainnya adalah Partai NasDem (3,3 persen), PKS (3 persen), PAN (2,9 persen), PPP (2,8 persen), PBB (2,5 persen), Hanura (1,9 persen), Partai Perindo (1,5 persen), PSI (1,2 persen), PKPI (0,8 persen), Partai Berkarya (0,5 persen), dan Partai Garuda (0,4 persen).


Survei LRP juga menemukan fenomena bahwa PDIP menjadi parpol yang mengalami kenaikan paling signifikan, yaitu 2,7 persen dalam 2 bulan terakhir,  dari 28,5 persen pada bulan Oktober 2018 menjadi 31,2 persen pada bulan Desember 2018.

BACA JUGA :  Mengenal Lebih Dalam Gede Ngurah Wididana: Seorang Politisi, Pebisnis, dan Tokoh Pendidikan

Parpol kedua yang juga mengalami peningkatakan adalah PBB yang mencapai 1,2 persen. Yaitu dari 1,3 persen pada bulan Oktober 2018 menjadi 2,5 persen pada bulan Desember 2018.

Kemudian, Ia menyebutkan empat parpol yang justru mengalami penurunan elektabilitas, yaitu Gerindra, PKB, Partai NasDem, dan Perindo.

Survei ini sendiri melibatkan 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia, yang telah memiliki hak pilih dengan teknik sampling “multistage random sampling”.

Margin of error survei kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan pengumpulan data lapangan dilakukan pada pekan keempat Desember 2018.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini