Ray dalam diskusi bertajuk 'Menakar Peluang Caleg Baru dalam Pileg 2019' di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (31/1/19). Foto: telusur.co.id

telusur.co.id – Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, secara teoritik mestinya caleg baru tingkat kemenangannya lebih besar dari incumbent atau petahana. Alasan pertamanya, karena ketidaksukaan publik terhadap anggota DPR sekarang ini tinggi sekali.

“Artinya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPR sekarang tetap tidak bisa diubah. Nah itu, artinya ada peluang bagi caleg baru untuk tampil lebih baik,” kata Ray dalam diskusi bertajuk ‘Menakar Peluang Caleg Baru dalam Pileg 2019’ di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (31/1/19).

Yang kedua, lanjut Ray, adalah performa. Performa dalam pengertian bahwa para caleg baru ini masuk ke politik sudah merupakan semacam pilihan profesional. Menurutnya, persyaratan utama jadi politisi sekarang ini tidak bisa menjadikan politik sebagai dapur ketiga atu keempat seperti politisi di awal-awal 2004 dan 2009.

BACA JUGA :  Kasus Rommy Dianggap Tak Gerus Elektabilitas Jokowi

“Masuk politik hanya menjadi penggembira, senang, bukan sebagai pilihan profesional. Pilihan profesional yang saya maksudkan ini betul-betul memang ini merupakan pilihan yang oleh mereka dijadikan sebagai lahan membaktikan diri, itu yang saya sebutkan sebagai profesional,” paparnya.

Kalau politisi dulu, lanjut dia, tidak perlu turun tangan, yang penting selebaran keluar , spanduk banyak di tiap daerah, dan 3 hari sebelum pemilihan keluarkan amplop, itu yang terjadi.

“Tetapi seiring dengan pertumbuhan pemahaman publik terhadap politik, para politisi kita memang harus profesional,” katanya.

Menurutnya, jika melihat hasil survei, yang palimg dominan menjadikan orang dipilih adalah karena dia dikenal.

BACA JUGA :  Pengamat Sayangkan Kampanye Hanya Diisi 'Makanan Emosi', Bukan "Makanan Otak'

“Artinya semakin tinggi popularitas seseorang, semakin besar potensi dia dipilih oleh para pemilih,” terangnya.

Karenanya, tambah dia, banyaknya spanduk dan stiker sudah tidak relevan lagi jika si caleg tidak pernah bersentuhan langsung dengan pemilih.

“Jadi kedekatan personal itu penting sekali. Jadi kalau sekedar spanduk anda bawa sebanyak-banyaknya, tapi anda ga pernah menyapa publiknya, beda itu,” tandasnya. [asp]

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini