telusur.co.id-Ratusan personil gabungan dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin, bersama Satuan Kepolisian Air (Satpol Air) Polres Tanah Laut, perwakilan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, dan masyarakat bersama-sama membersihkan sampah-sampah yang berserakan di bibir pantai Desa Muara Asam-Asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut, Senin (14/1) pagi.

Sinergisitas dalam bentuk bersih-bersih sampah ini, dilakukan dalam rangka memperingati dan mengisi rangkaian kegiatan Hari Dharma Samudera tahun 2019.

Menurut Kepala Satuan Kepolisian Air (Satpol Air) Polres Tanah Laut, Iptu Dading Kalbu Adie, bersih-bersih sampah yang berserakan dipantai ini terlebih dahulu dengan membagikan kantong kantong plastik kepada warga yang hadir untuk bersama-sama mengumpulkan sampah-sampah yang ada di pinggir pantai.

“Inilah salah satu bentuk sinergisitas dan kekompakan jajaran TNI-Polri-Pemkab dan masyarakat, hal ini untuk menjaga supaya kawasan pantai bebas dari sampah dan nyaman dikunjungi masyarakat” ujar Iptu Dading Kalbu Adie.

Dengan aksi bersih-bersih ini, tambah Iptu Dading Kalbu Adie, pihaknya juga sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat pesisir pantai dan masyarakat yang mengunjungi pantai agar tidak membuang sampah ke laut.

“Mudah-mudahan dengan aksi bersama ini, masyarakat baik yang bermukim dibibir pantai dan masyarakat yang mengunjungi pantai dapat selalu menjaga keindahan pantai tanpa harus membuang sampah sembarangan,” pinta Iptu Dading Kalbu Adie.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Wijayanto, menjelaskan bahwa hari Dharma Samudera yang selalu diperingati pada tanggal 15 Januari ini, merupakan salah satu hari untuk mengenang sebuah peristiwa heroik yang terjadi Laut Aru.

Peristiwa heroik ini merupakan pertempuran yang melibatkan tiga kapal cepat torpedo TNI Angkatan Laut, yaitu kapal perang RI Macan Tutul, kapal perang RI Harimau dan kapal perang RI Macan Kumbang. Tiga kapal perang tersebut saat itu melawan serangan 2 kapal perang Belanda.

“Namun karena terkepung, Laksamana Madya TNI (Ant.) Yosaphat Soedarso, atau yang dikenal sebagai Komodor Yos Sudarso, gugur bersama awak kapal perang RI Macan Tutul. Peristiwa ini terjadi setelah Presiden Soekarno menyerukan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961,” jelas Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Wijayanto.

Salah satu bentuk rangkaian untuk mengisi peristiwa heroik ini, adalah bersama-sama jajaran Polri-Pemkab dan masyarakat untuk membersihkan pantai.
“Alhamdulillah, semua bersama-sama bahu membahu membersihkan pantai, karena yang pasti semua ingin pantai bersih dari sampah sehingga nyaman bagi semua,” pungkas Kolonel Laut (P) Wijayanto.[Isk]

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini