Beberapa warga Zimbabwe telah melakukan 'penambangan ilegal' di banyak deposit logam kaya yang berharga di seluruh negeri [Philimon Bulawayo / Reuters

telusur.co.id- Setidaknya 23 penambang emas dikhawatirkan tewas di Zimbabwe setelah air membanjiri dua poros bekas di kota pertambangan 145 km barat daya ibukota, Harare, pada hari Kamis.

Tim penyelamat sedang mempertimbangkan mengerahkan pompa untuk mengambil air untuk mencari korban dan mayat di lokasi dekat kota Kadoma.

“Kami mendengar dari rekan-rekan mereka bahwa setidaknya 23 orang terperangkap di poros tambang yang dibanjiri air dari dinding bendungan yang meledak akibat hujan lebat pada Selasa malam,” Wilson Gwatiringa, juru bicara perusahaan pertambangan RioZim, pemilik satu dari tambang, mengatakan kepada kantor berita AFP.

BACA JUGA :  Korban Tewas Tanah Abang Tertembak Di Dada Tembus Ke Punggung

“Salah satunya adalah milik kami yang sudah tidak beroperasi lagi. Kami membantu dengan alasan kemanusiaan.”

Menurut koran Herald milik pemerintah, tambang lainnya milik pribadi.

Administrator distrik Fortunate Muzulu mengatakan kepada harian itu sedikitnya 23 orang terperangkap di bawah tanah dan “peluang menyelamatkan siapa pun yang selamat sangat tipis”.

“Para penambang ilegal memasuki poros di malam hari untuk menghindari pemilik,” kata Muzulu.

Polisi tidak akan mengkonfirmasi insiden itu, dengan mengatakan mereka belum menerima laporan lengkap.

Zimbabwe memiliki cadangan platinum, berlian, emas, batubara, dan tembaga yang berharga.

BACA JUGA :  Robert Mugabe Akan Cek Kesehatan di Singapura

Pertambangan menyumbang sebagian besar ekonomi Zimbabwe, yang diproyeksikan telah tumbuh 6,8 persen pada 2018, menurut pejabat pemerintah.

Protes atas kenaikan biaya hidup telah meletus dalam bulan-bulan setelah pemilihan Agustus. Demonstrasi telah bertemu dengan tindakan keras yang telah menewaskan sedikitnya selusin orang dan melukai ratusan lainnya.

Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa telah menyerukan dialog nasional untuk mengatasi masalah dan berjanji untuk menyelidiki dugaan kesalahan oleh pasukan keamanan yang dilakukan dalam penumpasan tersebut.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini