Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) dan Joko Widodo (kanan)/Istagram

telusur.co.id – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkhawatirkan batalnya perjanjian senjata nuklir jarak menengah (INF) antara Amerika Serikat dan Rusia.

Sebab, batalnya perjanjian akan membuat perlombaan senjata nuklir antara Amerika dan Rusia bisa terjadi lagi. Dunia yang sudah banyak konflik dan peperangan, makin tidak aman.

Bagaimana pula kalau para pemimpin AS, Rusia dan negara lain yang punya nuklir salah perhitungan (miskalkulasi) dan “grusa-grusu” dalam ambil keputusan, termasuk penggunaan senjata nuklir? “Jadi apa dunia kita?” ujar AHY dalam keterangannya, Senin.

BACA JUGA :  Terlibat Mata-mata Rusia, Dua Akun Twitter Ditangguhkan

AHY juga tidak bisa membayangkan jika dunia kembali berlomba-lomba kembangkan senjata nuklir, sementara dunia berharap ada solusi yang baik untuk isu “nuklir Iran” dan “nuklir Korea Utara”. “Bayangkan pula, kalau senjata nuklir ini jatuh ke tangan teroris.”

Karenanya, AHY menyarankan kepada Trump dan Putin bisa mencontoh para pedahulunya, Kennedy & Kruschev, yang sama-sama menahan diri ketika terjadi Krisis Misil Kuba pada awal 1960an, yang bisa berujung pada perang nuklir terbuka. Kedua negara besar ini tidak boleh “egois”, tetapi pikirkanlah bangsa-bangsa lain.

BACA JUGA :  Potensi Serangan Rusia Ke Inggris

Dulu, tahun 1987, ketika Presiden Reagan (AS) & Presiden Gorbachev (Uni Soviet) menandatangani perjanjian INF, dunia merasa lega. Dunia tak terhantui perang nuklir bisa terjadi setiap saat. Apalagi Perang Dingin pun berakhir.

Kini, dunia perlu bersatu, termasuk kepemimpinan PBB, untuk meminta Amerika Serikat (Trump) dan Rusia (Putin) tetap pertahankan komitmen dan aksi nyata untuk tak kembangkan senjata nuklir. Kalau ada persoalan, lakukan negosiasi dan tak langsung batalkan perjanjian INF. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini