Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief/Net

telusur.co.id- Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arief mengaku heran dengan diamankannya emak-emak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang dianggap menyudutkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Apa yang salah dari ibu-ibu yang ditangkap di Jawa Barat? Mereka bicara tentang kemungkinan,” cuit Andi dalam akun Twitter-nya @AndiArief__Selasa (26/2/19).

” Apa yang mereka bicarakan mungkin saja terjadi, karena memang di kubu 01 memang ada yg pro LGBT dan anti azan. PSI tidak menolak LGBT, Sukmawati anggap azan gak ada nilai estetis,”.

Menurut Andi, kemungkinan yang dibicarakan oleh emak-emak di Jabar itu mungkin saja terjadi. Apalagi, merujuk di kubu 01, Andi menduga, memang ada yang pro LGBT.

BACA JUGA :  Jendral Aktif Bintang 3 Akan dilantik Ka BNPB, Andi Arief : Seharusnya di Jabat Sipil

“Apa yang mereka bicarakan mungkin saja terjadi, karena memang di kubu 01 memang ada yang pro LGBT dan anti azan. PSI tidak menolak LGBT, Sukmawati anggap azan nggak ada nilai estetis,” tulisnya.

Sekedar informasi, tiga perempuan yang diamankan terkait video kampanye hitam terhadap Jokowi, kini statusnya telah menjadi tersangka. Ketiganya kini ditahan di Mapolres Karawang, Jawa Barat.

Aparat berwajib menjerat ketiganya dengan Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini