Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief/Net

telusur.co.id – Ditindaknya tiga emak-emak di Karawang, Jawa Barat, atas dugaan kampanye hitam menghina capres petahana, Jokowi, menjadi polemik di publik.

Terkait itu, Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief justru mempertanyakan sudah berapa banyak ibu-ibu yang ditangkap di era pemerintahan Joko Widodo dengan penerapan UU ITE.

“Sudah berapa emak-emak ditangkap rejim Jokowi dengan UU ITE. Aku ada karena emak atau Aku membenci emak aku tetap ada,” cuit Andi dalam akun Twitter-nya@AndiArief__,Rabu (27/2/19).

Andi juga menyindir seorang guru besar yang kerap membela dan selalu membenarkan penerapan UU ITE saat ini. Namun, Andi tak menyebut secara spesifik siapa yang dimaksudnya “profesor plin-plan” tersebut.

BACA JUGA :  Rumahnya Digeruduk Aparat, Andi Arief: Pak Kapolri, Apa Salah Saya?

“Setiap ada rakyat yang di UU ITE kan, maka Profesor plin plan selalu tampil menjadi algojo yang membenarkan,” cuitnya.
“Emak-emak ditangkap, di rumah anak tak makan. INI tanda revolusi?” tandasnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini