Anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja mengunjungi Desa Batik Podhek Pamekasan, Jawa Timur.Foto:telusur.co.id

telusur.co.id- Anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja mengunjungi Desa Batik Podhek Pamekasan, Jawa Timur. Podhek adalah desa yang hampir seluruh warganya pengrajin batik secara turun-temurun.

Anggota OASE terdiri dari Bintang Puspayoga, isteri Menteri Koperasi dan UKM, Koesni Harningsih isteri Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Rugaiya Usman isteri Menteri Kordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan serta Kartika Basuki isteri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melihat langsung pelaksanaan pelatihan vocational bagi para pengrajin batik Kampung Podhek.

Pelatihan yang diselenggarakan Kemenkop dan UKM melalui Deputi bidang Sumber Daya Manusia itu bertujuan meningkatkan kemampuan teknik membatik sehingga kualitas batik yang dihasilkan semakin tinggi. Pelatihan mendatangkan mentor ahli batik dari Pekalongan yang mengajarkan teknik membatik dengan canting 0.

BACA JUGA :  Dorong Pengembangan UMKM, Dekranas Gandeng Kemenkop

Bintang Puspayoga mengatakan pelatihan sangat dibutuhkan agar batik dari Kampung Podhek dapat bersaing dan memenuhi permintaan pasar dengan tetap mempertahankan ciri khasnya.

Hadi, pembina pengrajin Podhek mengakui mereka sangat membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan teknik membatik karena batik Podhek makin dikenal luas.

“Batik Podhek dulu hampir punah, batik hanya jadi sampingan warga desa. Tapi sejak 2012 mulai berkembang lagi dan membatik kembali menjadi sumber penghasilan masyarakat desa,” kata Hadi, Kamis (14/2/19).

Harga batik juga mulai meningkat, yang sebelumnya di bawah Rp 100.000 kini sudah mencapai puluhan juta.

Pemasaran batik Podhek diakui masih terbatas, mayoritas dikirim ke Pasar Batik 17 Agustus, Pamekasan. Selain itu, pemasaran juga dilakukan secara online dan mulai merambah ke konsumen luar negeri.

BACA JUGA :  Kerjasama dengan Innobiz, Kemenkop Harap Ada Transfer Teknologi

Hadi menjelaskan ciri khas Batik Podhek adalah seluruhnya batik tulis, tidak mengenal batik cap. Menggunakan pewarna celup dan proses pengerjaannya tanpa menggunakan canting rangkap. Di desa ini ada sekitar 200 pengrajin batik yang sudah merupakan generasi kelima.

Sebelum berkunjung ke kampung batik, para anggota OASE mengawali kunjungannya ke Pamekasan dengan mengadakan Sosialisasi Enam Langkah Cuci Tangan di TK Pertiwi, memberikan makanan tambahan, peralatan sekolah, dilanjutkan dengan sosialisasi IVA Test di RS Kusuma. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini