Andi Arief/Net

telusur.co.id- Partai Demokrat menegaskan, kasus yang menimpa Prita Mulyasari beberapa waktu silam, karena dia mengkritik pihak Rumah Sakit. Prita tidak mengkritik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Demikian disampaikan oleh Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief dalam akun Twitter-nya @AndiArief__, Kamis (28/2/19).

“Keliru Prof, Pria tidak mengkritik SBY. Dia mengkritik Rumah sakit. Mohon Prof jelaskan yang sebenarnya, nanti bisa timbulkan hoax,” cuit Andi.

Pernyataan Andi ini menanggapi cuitan pakar hukum tata negara, Mahfud MD. Mahfud, membahas soal Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan menarik contoh kasus Prita Mulyasari.

BACA JUGA :  AHY: Andi Arief adalah Kawan Setia dalam Perjuangan

“Masih ingat Prita Mulyasari? Dialah terhukum pertama berdasar UU ITE itu. Dan itu terjadi Juni 2012, pada era Pak Pak SBY. Putusannya inkracht, tapi dia diputus bebas oleh putusan PK setelah menjalani hukuman,” cuit Mahfud @mohmahfudmd.

Menurut Andi, kemungkinan Prita terkena UU ITE itu, karena pihak RS tidak tahan terhadap sebuah kritikan.

“Saya berharap Prof @mohmahfudmd tidak menyebar hoax, Prita dijerat UU ITE bukan karena dia mengkritik SBY. Tapi fihak rumah sakit yang tidak tahan kritik karena pelayanannya lalu lapor. Tidak ada hubungan dengan SBY,” tulisnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini