Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon (kiri), Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja (tengah), dan Ketua DPP PDIP Marurar Sirait (kanan) / Ist

telusur.co.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) masih mendalami laporan dugaan penyerangan personal yang dilakukan calon presiden petahana Joko Widodo, kepada Capres Prabowo Subianto saat debat kedua, Minggu malam (17/2/19).

Hal itu disampaikan Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja dalam diskusi “Batasan Norma dalam Debat Capres”, di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/2/19).

Disampaikan Bagja, pada hari Senin, 18 Februari 2019, atau sehari setelah acara debat, Bawaslu sudah akan menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait persoalan tersebut. Namun, lanjut dia, usai membahas dan akan mengirimkan surat, ada laporan masuk dari masyarakat. Bawaslu kemudian menahan surat tersebut.

BACA JUGA :  Ma'ruf Amin Hadiri Pembekalan Caleg Nasdem

“Kami lagi mengkaji masalah personal ini, apakah memang personal, atau itu informasi yang bisa diakses oleh publik. Ini perlu kita juga bicarakan ke depan dan juga didiskusikan di Bawaslu, untuk menentukannya ada atau tidaknya pelanggaran-pelanggaran pidana atau tidak,” kata dia.

Menurutnya, memang ada aturan tidak boleh menyinggung masalah personal antara pasangan 01 dan 02. Namun, dalam tata tertib yang dibuat KPU itu tidak dijelaskan mengenai personal itu seperti apa.

“Kami juga sudah menanyakan kepada KPU personalnya seperti apa? Itu yang akan kita bicarakan dengan teman-teman KPU nanti berdasarkan kajian perkara ini,” kata dia.

BACA JUGA :  Aktivis 98 Akan Beri Dukungan Rizal Ramli Nyapres Saat Perayaan Reformasi

“Kalau aset itu telah dibuka, apakah itu termasuk pribadi? Ini yang kami juga harus teliti. Jadi untuk persoalan ini kita harus menunggu, meneliti masalah tersebut dan sekaligus juga untuk menanyakan kepada KPU apa yang dimaksud dengan penyerang pribadi itu seperti apa.”

Dalam kesempatan itu, Rahmat Bagja mengatakan ada evaluasi untuk debat pilpres berikutnya, yakni pengurangan jumlah pendukung dan larangan membawa alat peraga kampanye ke ruang debat.

“Itu yang sudah disepakati bersama,” katanya. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini