Menkominfo Rudiantara

telusur.co.id- Badan pengawas pemilu (Bawaslu), masih mengkaji dugaan pelanggaran UU Pemilu yang dilakukan Menteri Kominfo Rudiantara, atas ucapnnya ‘yang gaji ibu siapa’ kepada PNS-nya.

“Kemarin kami membahas hal tsb untuk ditentukan temuannya,” ucap komisioner Bawaslu Rahmat Bagja kepada telusur.co.id, Kamis (7/2/19).

Rahmat juga menjelaskan, bahwa pihaknya akan berhati-hati dalam meneliti kasus tersebut, terlebih kasus itu telah ada yang melaporkan.

“Sehingga kami harus lihat keselurhan video untuk dikaji apakah ada unsur pelanggaran atau tidak,” ucapnya kembali.

Oleh karena itu, pihaknya juga akan memanggil Rudi apabila sudah diperlukan untuk mendapatkan kesaksian yang lebih lengkap.

“Tergantung (pemanggilan rudi) dari hasil kajian kami apakah perlu dimintakan klarifikasi atau tidak,” ujar Rahmat lebih lanjut.

Menteri Komunikasi dan Indivatika Rudiantara dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI terkait pernyataannya pada acara Kominfo Next, yang dinilai sebagai pelanggaran pemilu.

Pelapor menilai pernyataan Rudiantara dalam acara tersebut menggiring pola pikir untuk tak mencoblos salah satu pasangan calon capres dan cawapres.

seorang pelapor, yakni Nurhayati yang datang bersama sejumlah pengacara dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) di Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (1/2). berharap, laporannya dapat segera ditindaklanjuti Bawaslu RI. Sebab Rudiantara dinilai melanggar Pasal 282, 283 dan 547 UU Pemilu, yang isinya antara lain mengatur soal larangan tindakan pejabat negara menguntungkan/merugikan pasangan calon tertentu.

BACA JUGA :  Di Sidang Bawaslu, KPU: Sipol Kita Itu 'down'-nya Kapan?

Dalam pelaporan itu, Nurhayati membawa bukti rekaman suara Rudiantara dalam sebuah flashdisk disertai sejumlah berita media online yang mengutip pernyataan Rudiantara.

Sebelumnya, dalam acara Kominfo Next yang diselenggarakan di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis (31/1), Menkominfo awalnya menanyakan soal desain banner sosialisasi Pemilu 2019 yang akan ditempel di Kementerian Kominfo.

Rudiantara mempersilakan peserta dalam Kominfo Next memilih apakah lebih setuju dengan desain nomor satu atau nomor dua.

Dia menekankan bahwa pilihan nomor satu dan dua ini tidak terkait Pilpres.

“Ini susah-susah gampang. Tidak ada kaitannya dengan pencoblosan Pilpres nanti. Jangan dikait-kaitkan dengan pencoblosan Pilpres. Kalau dikait-kaitkan dengan pencoblosan Pilpres, saya akan ambil hak otoritas saya untuk menetapkan. Tidak ada kaitannya dengan Pilpres,” ujar Rudiantara saat itu.

Kemudian, dia mempersilakan perwakilan pemilih desain nomor satu dan dua yang terdiri dari dua orang ibu-ibu, untuk naik ke atas panggung untuk menjelaskan alasan memilih desain tersebut.

BACA JUGA :  Tak Diberikan Akses, Bawaslu Akui Kesulitan Awasi Sipol

Tanpa diduga pemilih desain nomor dua, justru menjelaskan alasannya memilih pasangan Pilpres nomor dua, bukan alasan memilih desain nomor dua.

“Bismillahirohmanirohim. Mungkin terkait keyakinan saja pak. Keyakinan atas visi-misi yang disampaikan oleh nomor dua,” ujar ibu tersebut.

Rudiantara tampak kaget dengan jawaban ibu tersebut yang di luar konteks pemilihan desain. Ia lalu meluruskan bahwa pertanyaannya adalah tentang desain banner sosialisasi pemilu.

Rudiantara lalu mengalihkan pertanyaan kepada seorang ibu yang memilih desain nomor satu dan dijawab secara logis bahwa desain nomor satu lebih berwarna dibandingkan desain nomor dua. Kemudian Rudiantara mempersilakan kedua ibu turun dari panggung.

Namun dia memanggil lagi ibu pemilih desain nomor dua dan bertanya “Bu, bu, yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Bukan yang keyakinan ibu? Ya sudah, makasih.”

Adapun video lengkap percakapan Rudiantara soal desain banner sosialisasi pemilu di Kominfo Next, hingga saat ini masih terdapat di jejaring sosial Youtube.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini