telusur.co.id- Putus sekolah tampaknya berpengaruh besar bagi perilaku anak. Seperti terjadi di Kabupaten Lahat, dari sekian banyak jumlah Anak Bermasalah Hukum (ABH) hanya sedikit anak yang terdata berstatus sekolah, sisanya didominasi anak putus sekolah.

Kepala Badan Pemasyarakatan Lahat, melalui Kasubsi BKA, M Syafri Munzir  mengungkapkan, kasus anak menjadi pelaku kejahatan di Lahat cukup tinggi. Kasus ini mulai dari narkoba, pencurian dengan kekerasan hingga menewaskan korbannya dengan cara yang tidak wajar.

Terkait itu, Benny Martha Benyamin Tatung, Caleg DPR RI Dapil Sumsel II menilai, anak putus sekolah bisa memicu kejahatan dari mulai tingkatan paling rendah sampai tingkatan yang tinggi.

BACA JUGA :  Fahri Hamzah: Pemimpin Tidak Boleh Gaptek Demokrasi

“Anak yang putus sekolah cenderung bermasalah dilingkungannya. Anak yang mengalami bisa melakukan kejahatan apa saja karena merasa tidak ada yang mengotrol dirinya. Anak yang terlibat kejahatan tersebut saya yakin bisa dikendalikan dan diluruskan kembali” kata Benny dalam keterangannya, Jumat (8/2/19).

Menurut Benny,  perlu adanya sinergi bersama untuk mengatasi anak yang putus sekolah di Lahat. 

Dirinya mengaku akan memperjuangkan agar setiap anak di Lahat bisa tetap bersekolah termasuk mereka yang sudah putus sekolah bisa kembali belajar di sekolah.

“Dampak dari anak putus sekolah bisa menimbulkan masalah yang cukup beragam. Kita tentu tidak berharap hal itu terjadi. InsyaAllah ini akan jadi salah satu prioritas saya kedepan. Bagaimanapun mereka adalah putra bangsa, penerus perjuangkan kita dimasa depan” tutup caleg dari Partai Golkar tersebut.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini