Juru bicara BPN Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahean / Net

telusur.co.id – Presiden Joko Widodo diminta untuk tidak hanya ‘marah’, namun diharapkan memerintahkan aparat berwajib mengusut sampai ke akar-akarnya, pihak yang diduga terlibat Saracen.

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Ferdinand Hutahean kepada telusur.co.id, Minggu (10/2/19).

“Kita dulu mendengar Jokowi sangat marah ketika kasus ini merebak dan beliau dengan emosional menyatakan sangat sadis, ya maka sekarang kita tuntut Pak Jokowi untuk menindaklanjuti amarah yang dulu, untuk memerintahkan polisi menugusut ini,” kata Ferdinand.

Sebelumnya, akun Facebook milik Permadi Arya alias Abu Janda diblokir oleh Facebook. Akun Abu Janda yang diblokir itu menggunakan nama Permadi Arya, permadisastradinata dan ustadabujanda.

BACA JUGA :  Berikan Jawaban Berbeda Tiap Diinterogasi, Bareskrim Polri Periksa Kejiwaan Bos Saracen

Pihak FB menghapus dan memblokir akun itu lantaran diduga termasuk lima akun yang masuk dalam daftar Saracen.

Secara keseluruhan, ada 207 halaman, 800 akun Facebook, 546 grup dan 208 akun Instagram yang dihapus, termasuk akun milik Abu Janda.

Ferdinand menjelaskan, bahan dari pihak Facebook itu bisa menjadi pintu masuk bagi aparat berwajib untuk menindaklanjuti pihak yang diduga terlibat Saracen secara hukum.

“Akun-akun yang telah diduga terlibat Saracen tersebut harus diusut oleh kepolisian tidak bisa didiamkan karena masyarakat menunggu kebenaran dari isu Saracen yang merebak ini,” katanya.

BACA JUGA :  Facebook Memberitahukan Unggahan Foto Anda!

Jika tidak diusut, kata Ferdinand, masyarakat akan terus mempertayankan kebenaran ini. Karena selama ini yang dituduh dibalik Saracen adalah pihak opisisi.

Ternyata, pendukung petahana yang diduga berada di balik Saracen. “Karena, dulu dituduh pihak opisisi lah yang berada di baliknya. Ternyata, sekarang, bukan opisisi tetapi justru orang-orang yang terlihat dan memang menjadi pendukungnya Pak Jokowi sendiri.”

“Dan, ini kita tunggu ketegasan Pak Jokowi, masihkah berani, masihkah marah seperti dulu atau itu hanya retorika atau pura-pura marah saja untuk mengelabui dan memanipulasi kebenaran di tengah publik,” kata dia. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini