Foto:Net

telusur.co.id- Peningkatan curah hujan hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya sirkulasi siklonik di sekitaran wilayah Sumatera dan sirkulasi tertutup di Kalimantan Barat dan Selat Makasar yang membentuk belokan dan pertemuan angin yang menyebabkan massa udara akan cenderung terkonsentrasi di wilayah tersebut.

Kondisi udara yang relatif lebih lembap jugamendukung pertumbuhan awan-awan hujan. Diprakirakan keadaan ini akan berlangsung hingga 3 hari kedepan. Demikian disampaikan Deputi Bidang Meteorologi Drs. R. Mulyono R. Prabowo M.Sc Jumat (22/02) malam.

Mulyono Mengatakan, aktivitas sirkulasi ini akan menurun dan digantikan dengan area pertemuan/belokan angin yang memanjang dari wilayah Sumatera hingga Jawa yang terbentuk karena sirkulasi siklonik di wilayah Australia bag Utara. Area pertemuan/belokan angin ini juga akan mendukung pertumbuhan awan.

BACA JUGA :  Waspada Megathrust Gempa Bumi Skala Besar Diprediksi Akhir Februari, BMKG Siapkan 50 Alat Pendeteksi

Adapun Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat serta hujan disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 23-25 Februari 2019, antara lain: Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah serta Papua.

Sementara Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat serta hujan disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 26-28 Februari 2019, antara lain: Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Kep. Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua dan Papua Barat.

BACA JUGA :  BMKG Peringatkan Adanya Potensi Gelombang Tinggi di Selat Karimata

Serta potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di : Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Perairan Bitung, Perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, Perairan Utara Halmahera, Laut Halmahera, Laut Maluku bag Utara, Perairan Raja Ampat-Sorong, Perairan Manokwari, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua, Perairan Utara Biak juga Perairan Utara Jayapura-Sarmi .

Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini