Juru bicara BPN Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahean / Net

telusur.co.id- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mempertanyakan alasan capres petahana, Joko Widodo, banyak menyampaikan data yang keliru saat debat kedua capres pada Minggu (17/2/19) malam. Karenanya, BPN beranggapan biarlah masyarakat yang menilai terkait kejujuran para capres saat debat kedua tersebut.

“Jadi, apakah Pak Jokowi sengaja berbohong untuk menghalalkan dan memperpanjang kekuasaannya? kita tidak tahu. Tetapi, data yang disampaikan adalah tidak akurat dan salah,” kata Jubir BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean, kepada telusur.co.id, Senin (18/2/19).

Ferdinand menuturkan, data-data yang keliru disampaikan Jokowi tadi malam ialah soal tidak pernah terjadi kebakaran selamat tiga tahun terakhir, impor beras , termasuk juga jagung.

BACA JUGA :  OTT Rommy Pukulan Telak Bagi Jokowi Yang Selalu Kampanye Bersih

“Dia salah data tentang jagung, dia salah tentang data kebakaran, lingkungan, bahkan per hari ini saja kebakaran lahan di Riau sudah hampir mencapai 500 hektar, itu yang kita lihat dari berita. Dia juga salah tentang data beras,” jelasnya.

Namun demikian, politikus Partai Demokrat ini tidak mempermasalahkannya. Menurut dia, dengan debat kedua Pilpres ini, para pemilih yang menilai mana yang pemimpin jujur dan tidak.

“Semoga publik bisa menangkap esensinya. Supaya publik tahu bahwa mereka disuguhi data-data dan informasi yang salah, tidak akurat, bahkan bisa disebut bohong dari seorang capres yang kebetulan saat ini masih sebagai presiden petahana. Ini lah fakta nyata,” tandasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini