Wakli Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid.telusur.co.id

telusur.co.id – Pernyataan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang menyinggung soal ratusan ribu hektar lahan milik Prabowo Subianto saat debat kedua Pilpres 17 April 2019 lalu, dinilai menyerang sisi personal Prabowo.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo -Sandi, Hidayat Nur Wahid di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/19).

“Itu menimbulkan permasalahan baru terkait dengan serangan terhadap pribadi,” kata Hidayat.

Hidayat menilai, Jokowi tidak berani membuka kepemilikan lahan yang dimiliki para pendukungnya. Menurutnya, justru beberapa pendukung Jokowi memiliki lahan yang lebih luas ketimbang yang dikuasai Prabowo.

BACA JUGA :  Bawaslu Nyatakan KPU Terbukti Langgar Situng, BPN: Keputusan Banci!

“Beliau (Jokowi) tidak berani membuka tanah-tanah yang berlipat kali lebih banyak yang dimiliki kroni-kroninya,” ujarnya.

Diapun mengaku heran Jokowi melemparkan pernyataan tersebut. Pasalnya, selama empat tahun pemerintahannya, Jokowi tidak pernah mempermasalahkan itu. Terlebih status tanah itu merupakan Hak Guna Usaha (HGU) yang sudah sesuai dengan mekanisme hukum.

“Kalau (lahan) itu bermasalah, kenapa dari dulu enggak dianggap bermasalah? Kenapa dijadikan masalah ketika dalam perdebatan (debat capres)?” ungkapnya.

Seperti diketahui, saat debat Pilpres kedua beberapa waktu lalu, Jokowi menyebut Prabowo menguasai lahan di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektar dan di Aceh Tengah sebesar 120.000 hektar. Hal itu disinggung Jokowi setelah Prabowo mengomentari program sertifikasi lahan milik rakyat.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini