Foto dari akun Twitter @Maulana_Tigor

telusur.co.id – Salah satu Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Fadjroel Rachman diduga telah menyebarkan hoax.

Adapun hoax yang diduga disebarkan Fadjroel yakni, terkait surat permintaan maaf atas nama Subkhan, sosok petani bawang yang berdialog dengan cawapres nomor 02 Sandiaga Uno, yang disebut-sebut sebagai mantan anggota KPU Brebes.

Fadjroel menyebarkan surat permintaan maaf diduga palsu atas nama Subkhan itu melalui akun Instagram miliknya, kemarin. Namun, berdasarkan penelusuran redaksi, postingan tersebut telah dihapus Fadjroel.

Meski telah dihapus, banyak warganet yang telah mengambil screenshot postingan Fadjroel.

Geram dengan informasi bohong yang diduga disebarkan Fadjroel, tanda pagar #PetaniBrebesDifitnahJokower menjadi trending topic nasional di Twitter. Tagar tersebut sempat menduduki posisi teratas selama lebih dari 2 jam dari pukul 21.30 WIB-22.45 WIB.

BACA JUGA :  Polling Google, 87 Persen Emoh Jokowi Jadi Presiden Lagi

Warganet yang memakai tagar tersebut rata-rata mempersoalkan orang-orang yang sudah kadung mengunggah surat permintaan maaf bermaterai 6.000 tersebut. Mereka, rata-rata mengunggah tangkapan layar Instagram @fadjroelrachman yang memposting surat permohonan maaf tersebut.

Sebelumnya, petani bawang merah asal Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, itu menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari belakangan. Pada hari Senin, 11 Februari 2019, video saat berdialog atau curhat dengan cawapres nomor 02 Sandiaga Uno tersebar luas di medsos.

Kemudian, pengguna medsos dihebohkan dengam beredarnya surat pernyataan terbuka bertandatangan materai yang berisi tentang ucapan minta maaf Subkhan. Surat tersebut ditujukan kepada masyarakat karena telah berbuat bohong saat curhat dengan Sandiaga Uno ketikan berkampanye di Desa Krasak, Brebes.

Saat dimintai konfirmasi, Subkhan membantah jika dirinya telah membuat ataupun menandatangai surat pernyataan permohonan maaf tersebut.

Kini marak desakan agar Fadjroel Rachman dilaporkan ke polisi lantaran dianggap menyebarkan hoax.

Salah satunya akun, @IsNkri, “Sdr @fadjroeL telah menyebar surat PALSU. Ini bisa dilaporkan telah melakukan pemalsuan. Sekelas Komisaris kok nyebar HOAX. Ayo laporkan si @fadjroeL CC @habiburokhman @Ferdinand_Haean @AkunTofa @jansen_jsp @fadlizon,” tulis akun tersebut.

BACA JUGA :  Jokowi Sebut Pelantikan Pj Gubernur Jabar Bukan Usulannya

Si fajroel ternyata jg punya jabatan komisaris hoax ya, pantesan hoaxnya marak karena itu sumber duit,” tulis pemilik akun @bangAnginoto.

Terkait itu, BPN Prabowo-Sandiaga mengecam beredarnya surat palsu yang mengatasnamakan M Subhkan, mantan anggota KPU Brebes yang menangis saat bertemu Sandiaga. Jika si pembuat surat tak minta maaf, BPN akan melaporkannya ke polisi.

“BPN Prabowo Sandi akan melaporkan fitnah terhadap Sandiaga Uno soal Subkhan Brebes ke Bareskrim sore ini,” kata Ketua Bidang Advokasi dan Hukum BPN Habiburokhman dalam keterangannya, Kamis (14/2/19).

Habiburokhman mengatakan fitnah terhadap Subkhan tersebut dilakukan dengan cara membuat surat palsu seolah-olah Subkhan si petani bawang mengaku tangisannya adalah setting-an.

“Faktanya, Subkhan membantah bahwa kejadian di Brebes adalah setting-an dan dia sama sekali tidak pernah membuat surat tersebut,” kata Habiburokhman.

Hingga berita ini dimuat, Fadjroel Rachman belum bisa dikonfirmasi terkait postingan surat permintaan maaf atas nama Subkhan, yang kini sedang ramai.

Tanggapan dari Fadjroel akan dimuat dalam berita selanjutnya. [ipk]

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini