Buni Yani (dua kiri) didampingi Pengacara Aldwin Rahadian (dua kanan) usai menemui Wakil Ketua Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR Fahry Hamzah di DPR. Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id- Buni Yani, mengaku ingin diperlakukan sama dengan mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Mulai dari penyelidikannya hingga rutan yang akan ditempati, Buni. Apabila dirinya ditahan oleh pihak kejari malam ini.

“Ya. Saya ingin mendapatkan perlakukan yang sama dengan Ahok. Kalau pak Ahok bisa di Mako Brimob. Saya juga akan minta hal yang sama. Di Mako Brimob,” ujar Buni di Gedung Parlemen, Senayan, Jumat (1/2/19).

Seperti diketahui, Buni Yani akan dieksekusi pada Jumat (1/2) oleh Kejaksaan Negeri Depok. Buni Yani divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung. Ia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 32 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

BACA JUGA :  Kata Keluarga, Ahok Lebih Aman di Mako Brimob

Kasus yang menjerat Buni Yani bermula saat dia mengunggah potongan video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ketika masih menjabat gubernur DKI menjadi 30 detik pada 6 Oktober 2016. Adapun, video asli pidato Ahok berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik. Kemudian, MA menolak perbaikan kasasi dari Buni Yani dengan nomor berkas pengajuan perkara W11.U1/2226/HN.02.02/IV/2018 sejak 26 November 2018.

Kejaksaan Negeri Depok akan tetap mengeksekusi penahanan terhadap terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani walau Buni telah meminta penahanannya ditunda.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini