Polisi anti huru-hara Perancis memblokade para anggota massa gilets jaunes (Rompi Kuning) dengan gas air mata. FOTO: Istimewa

telusur.co.id– Dalam demontrasi Rompi Kuning di Prancis, seorang lelaki terluka saat terjadi bentrok dengan polisi anti huru hara.

Protes yang digelar di dekat gedung parlemen Ibu Kota Prancis itu adalah  pekan ke-13 yang dilaksanakan pada Sabtu kemarin, waktu setempat.

Menurut angka pemerintah Perancis, sekitar 51.400 orang bergabung dengan protes hari Sabtu itu di seluruh negeri, sedangkan di Paris sekitar 4.000 orang.

Dilansir dari Anadolu, pasukan keamanan menangkap setidaknya 53 demonstran dari pelbagai bagian negara.

Sejak 17 November, ribuan pemrotes yang mengenakan rompi kuning cerah – dijuluki Rompi Kuning- telah berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk Paris, untuk memprotes kenaikan pajak bahan bakar Presiden Emmanuel Macron yang kontroversial dan memburuknya situasi ekonomi.

BACA JUGA :  Pemerintah Perancis Larang Demo di Kota Marseille

Demonstran menggelar protes memblokir jalan serta pintu masuk dan keluar ke pompa bensin dan pabrik di seluruh negeri.

Di bawah tekanan, Macron mengumumkan kenaikan upah minimum dan membatalkan kenaikan pajak.

Namun, sejak itu, protes telah tumbuh menjadi gerakan yang lebih luas yang bertujuan mengatasi ketimpangan pendapatan dan menyerukan agar warga memberikan suara yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan pemerintah.

Sekitar 10 orang tewas, sekitar 6.000 lainnya telah ditahan dan lebih dari 2.000 lainnya terluka dalam protes tersebut. Demo dimulai di Prancis tetapi menyebar ke negara-negara Eropa lainnya, termasuk Swedia dan Belanda. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini